Tak Terima Kadesnya di Tuding Berbagai Tuduhan, Puluhan Warga Banaran Sambungmacan Mendatangi Polres Sragen

Salah satu bukti status WA yang dilaporkan warga Desa Banaran. (Foto:Istimewa)

 

FOKUSLINTAS.com Tepat pukul 09.00 WIB pagi sekitar 40 an warga Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan Sragen menggeruduk Polres Sragen, Senin (17/2/2020) dan dalam hal ini melaporkan salah satu mantan calon Kepala Desa (Cakades) Sri Wahyuni alias Sule juga warga Desa Banaran Sambungmacan.

Gerah karena tidak terima atas Kadesnya yang dicemarkan nama baiknya tanpa ada bukti, warga mewakili per dusun menggeruduk polres Sragen untuk melaporkan, diketahui Sri Wahyuni (sule) suka mengumbar suara di banyak tempat ketika berjualan susu kedelai (sule) atau diwarung-warung.

Sri wahyuni di Laporkan warga ke Polres Sragen atas pencemaran nama baik, diduga menebar fitnah juga dugaan tuduhan terkait Kades Banaran, Susilo , yang terpilih kembali di Pilkades 2019, dimana dengan berbagai tudingan yaitu perihal korupsi, gemar selingkuh dan berbagai tudingan soal pemerintahan desa.

Bukti laporan warga. Foto: Istimewa

Dalam laporan warga juga menyertakan berbagai bukti fakta, baik rekaman video visual, screenshot status WA dimana bukti menjelekkan nama baik Kades Susilo. Dalam hal ini terlapor pun bisa terjerat UU Ite karena memposting di media elektronik, dengan menjelek-jelekkan orang juga pemerintahan.

“Dalam hal ini kami atas nama warga, juga perwakilan resmi melaporkan saudari Sri Wahyuni (Sule) di Polres Sragen atas dugaan pencemaran nama baik. Kami tahu juga mendengar sendiri setiap hari berkeliling jualan sambil menjelek-jelekkan Kades, dan kami ada buktinya. padahal belum tentu kebenaran juga buktinya,” ungkap Sukimin (64) salah satu warga.

Disisi lain dari keterangan berbagai warga kelakuan dari Sri Wahyuni (Sule) menjelekkan Kades Susilo tak hanya didaerahnya saja, tapi juga diluar daerah Banaran juga.

“Benar dari suara yang diumbar Sri Sule itu menjelekkan bahwa Kades kami suka selingkuh, lalu hampir semua warga diselingkuhi, main dukun, santet dan sebagianya. bahkan sangat menjelekkan berbagai hal didalam pemerintahan Desa Banaran” imbuhnya.

Foto: Istimewa

Dari keterangan warga, diantara puluhan warga yang mendatangi polres Sragen pagi tadi siap menjadi saksi.

“Dalam status WA juga menjelekkan menyebut bahwa pihak BPD, perangkat desa dan BUMDes mati suri dan tak benar kinerjanya.”ungkap warga yang lain Tugi (40) warga Desa Banaran.

Ditanya wartawan pihak warga berharap kepolisian menindaklanjuti terkait kasus tersebut dan memproses sesuai hukum yang berlaku. Mereka berharap agar suasana di Desa Banaran kondusif dan tidak menyebar adanya berbagai gosip tidak benar.

“Terlapor menjelekkan Kades dimana-mana, katanya banyak warga diselingkuh. Banyak warga yang mengadu dan mengungkapkan hal sama. Benar juga dulu di pilkades Sule itu jadi Cakades di Banaran tapi tidak terpilih karena mendapatkan 50 an suara saja,” tukas dia.

Sementara itu, Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo melalui Kasubag Humas AKP Harno juga menyampaikan bahwa setiap aduan juga laporan dari warga masyarakat akan ditindaklanjuti sesuai prosedur dan hukum yang berlaku.

“Benar kami menerima laporan dugaan pencemaran nama baik dari warga Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan. Pihak kami akan menindaklanjuti dan melakukan penyelidikan terlebih dahulu serta nanti melakukan pemanggilan, “ungkapnya.

Terpisah, Kades Banaran Susilo saat dikonfirmasi belum bisa dihubungi. Dikatakan warga adanya kepentingan diluar kota atau semarang. Dalam hal ini Kades Susilo tadinya juga belum tahu menahu perihal warganya yang melaporkan salah satu oknum warga juga Cakades di Banaran 2019 kemarin. (Tim)

 

Editor: Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *