Terkait Laporan Pencemaran Nama Baik, Ini Tanggapan Kades Banaran Sambungmacan Sragen

FOKUSLINTAS.com – Masih dalam suasana memanasnya warga masyarakat terkait pelaporannya, yaitu puluhan warga Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Sragen menggeruduk Polres Sragen, Senin (17/2/2020) kemarin yang telah melaporkan salah satu mantan calon Kepala Desa (Cakades) Sri Wahyuni.

Dalam hal ini karena tidak terima atas Kadesnya yang dicemarkan nama baiknya, mewakili per dusun mendatangi polres Sragen untuk melaporkan Sri Wahyuni (sule) yang telah menuding dengan berbagai tuduhan dan fitnahan tanpa adanya bukti kebenaran.

Sri wahyuni atau yang disebut Sule di laporkan atas kasus pencemaran nama baik, juga menebar fitnah terhadap Kades Banaran, Susilo, tanpa dasar yang kuat menuding bahwa Kades tersebut telah melakukan korupsi, gemar selingkuh dan berbagai tudingan soal pemerintahan desa.

Warga melaporkan Sule berdasarkan bukti data, rekaman, video visual, screenshot status WA.

“Kami melaporkan Sri Wahyuni (Sule) di Polres Sragen berdasar data fakta yang valid, yang dilakukan terlapor sudah melanggar hukum karena selain merusak citra juga telah melakukan pencemaran nama baik,” ungkap Sukimin (64) salah satu warga Desa Banaran Sragen.

(Sukimin (64) Salah satu warga Desa Banaran yang ikut melaporkan ke Polres Sragen)

Menurutnya, Sri Wahyuni (Sule) menjelekkan juga menuding berbagai tuduhan Kades Susilo tak hanya didaerahnya saja, tapi juga diluar daerah Banaran tanpa ada bukti kongkrit.

“Berbekal bukti dan narasumber yang kuat kami melaporkan ke Polres, bahkan saksi juga siap. Ada beberapa warga pula yang telah menyimpan barang bukti dari apa yang telah dilakukan terlapor” imbuhnya.

Sukimin bersama seluruh perwakilan warga Desa Banaran berharap pihak Polres dengan tegas menangani kasus yang telah dilaporkan tersebut dan memproses sesuai hukum yang berlaku. Harapan mereka agar suasana di Desa Banaran Sambungmacan kondusif dan tidak tersebar adanya berbagai gosip dan hal-hal yang membuat runyam dimasyarakat.

(Bukti laporan warga di Polres Sragen. Foto/Awi)

Sementara itu, Kepala Desa Banaran Susilo saat ditemui fokuslintas.com selasa 18 Februari 2020, juga menyampaikan adanya laporan dari warga masyarakat kepolres tidak mengetahui dan tidak menduga. Dia mengaku diluar kota dalam urusan dinas dan baru tahu setelah dikonfirmasi wartawan.

“Pada dasarnya saya sudah ngerti sikap, perlakuan juga tudingan Sule memang sejak pencalonan di Pilkades 2019 kemarin. Dia menjelekkan, menuduh baik perihal santet, korupsi, main perempuan, melarikan istri orang lalu saya kontrakkan. Akan tetapi selama ini saya lebih banyak diam dan menerima karena saya sadar posisi sebagai Kades harus bisa ngemong banyak warga,”tukasnya.

Kades Susilo juga mengatakan kemungkinan besar para warganya pada jengkel sehingga melaporkan kepolres. Susilo juga merasa sebagai manusia biasa tetap tidak bisa maksimal sempurna dalam kinerja khususnya di Pemerintahan.

Dia juga menuturkan bahwa selain tidak tahu jika warganya kepolres, juga mengaku baru ada kepentingan dinas di semarang dan belum sempat bertemu semua lembaga atau perangkat desa, lalu pulang selasa sore.

“Sedikit saya cerita tentang Sri wahyuni atau Sule, pada dasarnya saya pribadi selalu ingin upaya dan berbuat baik terhadap seluruh orang apalagi warga saya. Saya berupaya untuk selalu baik kepada Sule, apalagi menolong. Saya pribadi tak berharap pamrih apalagi imbalan, Misal, dulu Sule itu sempat punya hajat, minta surat jalan juga pinjam mobil pun saya kasih, padahal juga waktu itu ada kepentingan pribadi tapi tetap saya belani dan tolong. Bahkan saya kasih tambahan saku bensin Rp200 an ribu balasannya malah menggerut. Hal yang lain pernah mau kesemarang katanya ada undian umroh, minta sengkuyungan tetap saya bantu dan pinjami mobil akan tetapi kenapa membalas begitu. Malah saya dituduh yang enggak-enggak, katanya saya melarikan istri orang dan saya kontrakkan. Lalu ada lagi mosok saya menyantet Uswati perangkat atau Bendahara saya sendiri.”tambahnya.

Menyikapi atas perihal semua itu, Kades Susilo secara pribadi mendoakan tetap baik kepada siapapun khususnya Sri Wahyuni atau Sule.

“Harapan saya pada dasarnya pada siapapun baik dimasyarakat atau Sule saya ingin baik, perihal adanya warga melangkah seperti itu mungkin dari pihak warga hilang batas kesabaran dan kita tunggu saja nanti. Jika memang hukum harus berjalan itupun hak warga masyarakat, dan saya siap dimintai keterangan kapanpun.”pungkasnya. (Awi)

Tim FL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *