FOKUSLINTAS.com – Penyebaran virus corona yang terjadi di berbagai negara membuat banyak orang panik. Ada banyak sekali tindakan yang mereka lakukan, dari memborong masker, sabun cuci tangan, hingga makanan yang ada di minimarket dan swalayan. Bahkan nih, karena kepanikan ini, harga jamu di pasar juga ikutan naik. Luar biasa memang netizen ini~Tak hanya itu, ada banyak juga orang yang merasa parno setiap kali melihat teman yang terkena flu atau batuk. Bersin dikit sudah dikira terkena virus corona, tak heran kalau hal ini berujung dengan bullying dan perundungan. Para pasien corona dan terduga terinfeksi corona ini terjadi di beberapa negara, termasuk di Indonesia.

(Pasien virus corona di Indonesia yang merasa tertekan)

𝐋𝐢𝐚𝐧𝐚⁷ ✨@Shinelisunny

Ini kejelasan dari korban corona yang di Depok

View image on TwitterView image on TwitterView image on Twitter
17 people are talking about this

Beberapa hari lalu, dua orang Indonesia sudah dipastikan positive terkena virus corona. Dua orang pasien corona ini adalah wanita berusia 64 tahun dan anaknya yang berusia 31 tahun. Keduanya dipastikan positive terinfeksi setelah bertemu dengan salah seorang warga Jepang. Sampai saat ini, dua pasien ini masih berada di ruang isolasi.

Namun, yang membuat mereka merasa frustrasi bukan karena penyakitnya loh, tetapi karena pemberitaan yang berlebihan kepada publik oleh media. Rumah mereka dipasang garis polisi, disemprot dengan desinfektan, serta data pribadi yang tersebar.

 

(Dipukul sampai babak belur karena dikira terkena virus corona)

Dipukul hingga babak belur.

Kisah yang tak kalah miris diceritakan oleh Jonathan Mok di facebooknya. Mok sendiri merupakan warga Singapura yang tinggal di London. Saat ia sedang berjalan di jalan Oxford, sekelompok orang menyeret dan memukulinya sambil berkata kasar.

Para pemukul ini dengan lantang bilang “Saya enggak mau virus coronamu ada di negaraku!” Karena hal tersebut mata kanan Mok biru dan babak belur. Salah satu organisasi yang peduli perundungan dan isu rasisme di UK –Stop Hate, UK—pun mendapat telepon lebih sering dari biasanya.

(Perempuan Asia dihujat habis-habisan di New York)

Tony He@TonyySays

Chinese woman gets attacked for wearing a mask in nyc.

Embedded video

2,642 people are talking about this

Memakai masker bukan berarti seseorang sudah terinfeksi corona ya guys. Hal yang tak menyenangkan juga dialami oleh salah seorang perempuan Asia saat dirinya sedang berada di stasiun bawah tanah di New York, AS.

Pria berkulit hitam meneriaki perempuan tersebut dengan diseased bitch atau perempuan sial yang penyakitan, karena si perempuan ini mengenakan masker. Perempuan ini jelas tidak terima, apalagi karena si lelaki sempat memukul kepalanya. Keduanya sempat adu fisik, seperti yang terlihat dalam video di atas.

(Bullying secara verbal oleh stranger di kereta, Los Angeles)

Stranger yang membully di kereta.

Kejadian serupa juga terjadi di Los Angeles, AS. Seorang Asia bernama Jiraprapasuke mendapat bullying secara verbal dari orang asing –sesama penumpang di dalam kereta. Pria pelaku bullying itu berteriak kalau semua penyakit datang dari Cina, karena mereka sangat menjijikkan. Ia juga mengatakan kalau Cina memang punya banyak orang pintar, namun mereka tak bisa membersihkan pan*at mereka sendiri.

Memang sih, kalimat tersebut tak dikatakan langsung kepada Jiraprapasuke, namun bilangnya sambil memandangi Jiraprapasuke. Rasis banget gak sih?

(Pemilik resto-resto Cina dari berbagai negara yang sepi pengunjung)

Ilustrasi resto Cina.

Selain bullying yang dialamatkan secara personal, resto-resto yang menjual masakan Cina pun menjadi sasarannya. Salah satunya adalah Rose Wu, pemilik resto New Shanghai Deluxe di New York Chinatown. Sebelum adanya virus corona, ia mengaku kalau dalam sehari bisa 100 meja yang dipesan, sekarang ia hanya bisa menjual 20-30 reservasi meja saja. Padahal, semua karyawan dan orang yang berkunjung ke sana sama sekali tidak terinfeksi virus corona.Dari sini, kita bisa menyimpulkan bahwa benar banget yang disampaikan oleh Dirjen WHO, Dr. Tedros Adhanom bahwa saat ini yang berbahaya dan jadi musuh itu bukan lagi virus coronanya, tetapi rumor, ketakutan, dan stigma yang ada di dalam masyarakat sendiri.

Buat kalian semua, kalau ada teman yang sekedar flu, batuk, radang tenggorokan, atau mungkin demam, plis jangan dikira menderita virus corona. Selain mendoakan yang tidak baik, kamu juga sudah membantu ia ketakutan dan menjadi parno. Oke guys, paham ya!! (Bmb/Bgs/Tim)