Demam Berdarah Mengintai, Pemerintah Diminta Responsif


Demam Berdarah Mengintai, Pemerintah Diminta Responsif
ilustrasi (sumber: Pixabay)

 

 

FOKUSLINTAS.com – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) mulai menyebar di sejumlah wilayah tanah air. Kalangan DPR minta pemerintah memberi perhatian khusus. Hingga berita ini diturunkan, sudah ada 80 orang yang meninggal karena DBD dan ribuan orang masih dirawat di rumah sakit.

“Selain COVID-19, ada DBD yang juga membutuhkan perhatian dan penanganan serius karena sudah puluhan ribu orang sakit DBD. Yang meninggal sudah puluhan orang. Karena itu, penanganan serius terhadap DBD juga mesti dijalankan. Pemerintah, diharapkan tidak hanya berfokus pada COVID-19 semata,” kata Wakil Ketua Komisi IX Emanuel Melkiades Laka Lena di Jakarta, dilansir dari laman dpr.go.id, Rabu (11/3).

Senada, Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati meminta pemerintah tidak cuma fokus penanganan COVID-19 alias virus Corona. Sebab, penyakit demam berdarah juga masuk tingkat mengkhawatirkan.

“Jangan terlena dengan COVID-19, karena DBD ini juga sudah KLB (kejadian luar biasa) kondisinya,” tegas Kurniasih.

Berdasarkan data yang ada, sambung Kurniasih, korban meninggal karena DBD sudah mencapai 80 orang lebih dengan jumlah pasien sebanyak 14 ribu lebih.

“Ini lebih banyak dari pasien COVID-19 dan juga korban dari COVID-19,” jelas dia.

Melihat kondisi tersebut, ia menyarankan agar Pemerintah berbagi tugas dalam melakukan pemantauan penanganan DBD dan virus Corona.

“Kami berbagi tugas, siapa supervisi COVID-19, siapa supervisi DBD dan kami minta pemerintah benar-benar harus serius memperhatikan kesehatan masyarakat dari segi macam jenis virus,” tutupnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *