Tangkal Penyebaran, Pemerintah Desa Brangkal Gemolong Optimalkan Peran Relawan Satgas dan Kepemudaan

Kepala Desa Brangkal Suratmin, istri bersama Satgas ikut piket jaga malam di posko Satgas Covid-19. Foto : Awi

 

FOKUSLINTAS.com – Sesuai anjuran dari Pemerintah, Desa Brangkal Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen mendirikan Posko Jaga Satgas Covid-19 di balai desa setempat dan buka selama 24 jam.

Tidak ingin ketinggalan dengan aksi sigap yang dilakukan bersama warga, BPD, LPMD dan tim Relawan Siaga Covid-19 yang dikoordinir Pemerintah Desa pun melakukan kegiatan yang sama. penyemprotan merupakan upaya Pemerintah Desa Brangkal untuk mencegah Covid-19 masuk ke Desa. Minimal, penyemprotan disinfektan bersifat preventif sekaligus upaya mitigasi penyebaran Covid-19 di lingkungan pemukiman penduduk.

“Posko ini sudah berdiri dan berfungsi mulai himbauan Pemerintah Sragen, dan petugas berjaga piket bergantian melalui tiga shift selama 24 jam,” ujar Kepala Desa Brangkal, Suratmin, Selasa (5/5/2020).

Adapun tugas dan fungsi posko tersebut, mendata dan memeriksa tamu, cek kondisi kesehatan warga, termasuk yang pulang dari rantau, kemudian merekomendasikan yang kurang sehat untuk karantina mandiri.

Kemudian untuk petugas jaga di Posko Balai Desa adalah warga yang diutus oleh masing-masing dusun atau RW, tentunya setiap piket ada pendampingan dari pihak pemdes khususnya perangkat.

Untuk teknis pemantauan kepada masyarakat, bisa langsung melaporkan ke posko bila ada seseorang yang mengalami gejala Covid-19. Warga tersebut dapat langsung memeriksakan diri ke Puskesmas.

“Bisa lapor ke posko atau ke Puskesmas langsung, data dari Puskesmas, nanti juga akan masuk ke posko. Disisi lain kami juga memberlakukan jadwal piket malam untuk mengantisipasi dampak sosial yang berpotensi terjadi.” terangnya.

Pihak Pemdes Brangkal sendiri juga sudah membagikan alat semprot disinfektan ke setiap dusun, kemudian juga pembagian masker. Untuk alat semprot tersebut statusnya dipinjamkan oleh desa, yang digunakan warga sterilisasi lingkungannya, penyemprotan dalam seminggu 1 sampai 2 kali.

Posko siaga Satgas Covid-19 di Balai Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Foto: Awi

Pantauan fokuslintas.com di lapangan, secara keseluruhan, semua ini saling bahu-membahu dalam melakukan kegiatan yang bersifat preventif untuk mencegah penyebaran virus di masyarakat. Seperti yang intens dilakukan oleh Pemerintah Desa Brangkal. Mengoptimalkan kinerja para tim Relawan Siaga Covid-19 dengan memberlakukan jadwal piket di Posko Covid-19 adalah satu diantaranya.

Berikut kegiatan penyemprotan disinfektan di beberapa tempat misalnya di Desa Brangkal yang dilakukan secara berkala setiap hari Minggu. Semuanya dikoordinasikan sampai di tingkat RT dan RW di masing-masing tempat.

Terpisah, Sekdes Yusuf Setya Nugroho saat ditemui fokuslintas.com juga mengungkapkan, sebagai bentuk upaya percepatan penanganan Covid-19, Pemerintah Desa semakin gencar bersinergi dengan semua pihak. Baik dalam lingkup pemerintahan mulai dari Kecamatan, Pemerintah Desa, RT/RW, masyarakat, kepemudaan, maupun dengan stake holder lainnya.

” Saat ini data yang tercatat untuk yang lolos dari karantina mandiri 120 orang dan PP 40 orang masih terkarantina. Selain membentuk Posko Gugus Tugas Upaya Percepatan Penanganan Covid-19 yang terus memberikan pantauan di setiap harinya di masyarakat, kegiatan bersifat preventif melalui sosialisasi terus gencar dilakukan. Serta memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana cara mengantisipasi penyebaran. Berikut upaya penanggulangannya di masyarakat untuk memutuskan mata-rantai virus,” paparnya.

Di sisi lain, Pemerintah Desa Brangkal menyiapkan ruang isolasi dan ruang observasi yang ditempatkan di Posko Covid-19. Sekaligus tidak henti hentinya memberikan pengertian dan edukasi kepada warga tentang pentingnya hidup sehat, rajin cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir dan tidak keluar rumah jika tidak terlalu mendesak. Termasuk pengharusan memakai masker jika beraktivitas diluar rumah.

“Tambahan himbauan dari kami, agar masyarakat tetap beraktivitas di rumah selama pandemi Covid-19. Terlebih saat ini beberapa titik wilayah Sragen sudah masuk zona merah. Untuk penyemprotan disinfektan yang kami lakukan dimulai di sepanjang jalan, tempat umum, kantor, tempat ibadah, rumah warga serta sarana umum lainnya.”imbuhnya.

(Awi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *