Pagebluk Covid-19, Restrukturisasi Kredit di Solo Tembus Rp 9,07 Triliun

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Eko Yunianto (dok.tim)

 

FOKUSLINTAS.com — Industri Jasa Keuangan (IJK) mencatat sebanyak 108.553 debitur di wilayah Solo mendapatkan restrukturisasi kredit akibat wabah Virus Corona. Total nilai restrukturisasi kredit mencapai Rp 9,07 triliun.

“Data debitur yang mendapatkan restrukturisasi kredit akibat wabah Virus Corona setiap pekan kami update,” ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Eko Yunianto, Kamis (21/5).

Eko mengatakan, data sampai tanggl 13 Mei, terdapat 108.553 debitur yang mendapatkan restrukturisasi kredit dengan nilai Rp 9,07 triliun. Restrukturisasi kredit ini menyusul adanya kebijakan stimulus perekonomian melalui POJK Nomor 11/POJK.03/2020 dan POJK Nomor 14/POJK.05/2020 sebagai dampak pandemi Covid-19.

“OJK mencatat untuk jumlah debitur tersebut naik sebesar 29,77 persen jika dibandingkan dengan posisi minggu sebelumnya,” jelasnya.

Dari total debitur tersebut, lanjut dia, sebanyak 92.548 merupakan debitur perbankan, baik bank umum konvensional, syariah maupun BPR dan BPRS dengan outstanding kredit sebesar Rp 8,59 triliun. Jumlah debitur yang ada saat ini ada kenaikan sebesar 31,56 persen jika dibandingkan dengan posisi minggu sebelumnya dan outstanding kreditnya naik sebesar 16,32 persen.

“Jumlah nominal kredit yang direstrukturisasi tersebut masih didominasi oleh perbankan di Solo yang mencapai sebesar Rp 3,59 triliun dengan 4.756 debitur,” kata dia.

Kemudian disusul perbankan di Kabupaten Sukoharjo sebesar Rp 1,13 triliun dengan 14.071 debitur, dan Kabupaten Sragen sebesar Rp 956,51 miliar dengan 15.251 debitur. Tim

 

 

(Memet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *