Pemotongan BST di Desa Purworejo Gemolong Bikin Warga Puyeng Cari Utangan Untuk Mengembalikan, Begini Penjelasan Camat


Warga Desa Purworejo, Gemolong, Sragen, yang sempat menerima hasil pemotongan BST kalang kabut puyeng saat diminta mengembalikan uang tersebut. Foto : (ist)

 

FOKUSLINTAS.com – Kabar gempar beberapa waktu lalu, dimana warga Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, puyeng dan kalang kabut mencari utangan setelah diminta mengembalikan uang hasil pemotongan bantuan sosial tunai atau BST oleh pihak RT setempat.

Dari data yang dihimpun, rata-rata warga yang menerima uang pemotongan dengan dalih pemerataan itu sudah dibelanjakan untuk kebutuhan Lebaran, otomatis si penerima dibuat kelimpungan juga.

“Dampak juga buntut dari potongan BST itu, di lapangan justru menimbulkan keresahan baru bagi warga. Sekarang warga Dukuh Dadapan [penerima uang hasil potongan BST] kalang kabut cari utangan, harus nabrak sana sini padahal keadaan lagi begini,” kata Y, warga Dadapan, Purworejo, kepada Wartawan.

Dia juga menerangkan, bahwa ada pula warga yang sampai nangis-nangis jual barangnya, misal contoh HP untuk mengembalikan uang pemotongan itu. Diketahui memang rata-rata mereka termasuk warga yang kurang mampu serta terdampak adanya wabah Covid-19.

Dari cerita yang lain, untuk warga yang tidak dapat BST sehingga oleh pengurus RT diberi uang hasil pemotongan BST dari jatah warga yang mendapat BST tersebut. Menurut mereka saat menerima uang hasil potongan BST itu juga mereka Agak senang karena mendapat suntikan dana untuk meringankan beban keluarga dan menjelang Lebaran kemarin.

Al hasil, hal uang potongan itu malah menjadi masalah baru yang runyam, mereka juga kaget bukan kepalang saat diminta mengembalikan uang itu oleh pengurus RT. Dari keterangan mereka, karena uang yang dikasih telah habis dibelanjakan, solusi terakhir mereka pun harus cari pinjaman ke sana ke mari untuk mengembalikan uang pemotongan tersebut.

“Setelah gempar dan dikumpulkan oleh pihak pemerintahan Desa, memang sekarang semua warga penerima uang hasil pemerataan BST resah karena mereka diharuskan mengembalikan uang pada hari Jumat] kemarin,” terangnya.

Terpisah, Camat Gemolong, Kurniawan Sukowati, juga mengatakan disaksikan Kapolsek dan Danramil bahwa sudah menghimbau dan meminta segera klarifikasi semua penerima BST, ketua RT, dan Kepala Desa (kades) terkait permasalahan pemotongan BST tersebut.

“Benat kemarin mereka atau pihak penerima BST dan yang bersangkutan sudah dikumpulkan di balai desa setempat pada Kamis (28/5/2020). Dari hasil klarifikasi pula benar adanya pemotongan BST senilai Rp200.000 dari penerima bantuan. Dalih pemotongan BST itu katanya inisiatif pengurus RT berdasarkan hasil musyawarah,” katanya.

Setelah adanya musyawarah dan telah dikumpulkannya para warga penerima BST, dan yang mendapat pemotongan. Oleh Camat Kurniawan memerintahkan agar uang hasil potongan BST itu dikembalikan kepada yang bersangkutan.

Masih menurutnya, Dia juga menghimbau kepada semua pengurus RT agar tidak melakukan pemotongan bantuan sosial dengan dalih apa pun apalagi yang melanggar aturan. Dalam hal itu, himbauannya tidak hanya berlaku untuk semua RT di Desa Purworejo saja, tetapi juga pengurus RT di semua desa di Kecamatan Gemolong pada umumnya.

“Pada dasarnya uang pemotongan sudah dikembalikan oleh ketua RT saat itu juga sejumlah total Rp2 juta. Terhitung ada 10 penerima BST yang dipotong masing Rp200.000. Oleh karenanya, kami himbaukan ke semua Kades di Gemolong agar mengingatkan semua pengurus RT, dan memberikan pengarahan agar tidak terjadi lagi hal memotong bantuan sosial dengan dalih apa pun, juga wujud apapun.” imbuhnya.

 

 

Kont : Bgs-Tim

Editor : Awi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *