Restrukturisasi Kredit, Solo Terbanyak Tembus Rp 4,68 Triliun


Ketua OJK Solo, Eko Yunianto.

 

FOKUSLINTAS.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo mencatat berdasarkan jumlah nominal yang dilakukan restrukturisasi kredit di wilayah Solo sekitar, Kota Solo tercatat paling banyak sebesar Rp4,68 triliun atau 21.878 debitur.

Perlu diketahui sebanyak 167.623 debitur di wilayah Solo sekitar mendapatkan restrukturisasi kredit dari Industri Jasa Keuangan (IJK) Solo. Dari jumlah tersebut besaran outstanding kredit mencapai Rp12 triliun.

“Kami melihat data yang ada pada tanggal 27 Mei, Debitur Solo peringat pertama paling banyak mendapatkan restrukturisasi kredit dari IJK,” ujar Kepala OJK Solo, Eko Yunianto di Solo, Selasa (2/6).

Ia mengatakan peringkat kedua terbanyak ditempati Sukoharjo sebesar Rp1,30 triliun atau 19.443 debitur dan Sragen sebesar Rp1,22 triliun atau 21.108 debitur.

Peningkatan jumlah debitur perbankan tertinggi terjadi di Wonogiri yang mencapai 64,49 persen, dengan outstanding kredit sebesar Rp919,64 miliar.

“Berdasarkan jenis usaha debitur, kredit yang direstrukturisasi tersebut masih didominasi oleh kredit usaha mikro yg mencapai sebesar 55 persen (bank umum) dan 49 persen (BPR),” kata dia.

Eko menambahkan data kredit usaha kecil sebanyak 30 persen (bank umum) dan 17 persen (BPR), sedangkan sisanya merupakan kredit menengah dan non UMKM. Adapun sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB) meliputi Perusahaan Pembiayaan, Pegadaian dan Permodalan Nasional Madani (PNM) jumlah debitur yg telah direstrukturisasi sebanyak 33.353 debitur dengan outstanding kredit sebesar Rp1,00 triliun.

“Jumlah debitur yang direstrukturisasi tersebit kami lihat meningkat signifikan sebesar 108,39 persen dan berdasarkan outstanding kredit meningkat 109,87 persen jika dibandingkan posisi tanggal 13 Mei 2020,” pungkasnya. Tim

 

Kont : Heri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *