Soal Tenaga Medis Sragen Yang di Teror dan Terancam, Polisi Mulai Periksa Saksi


Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo. (dok.net)

 

FOKUSLINTAS.com – Polisi telah memeriksa empat orang saksi terkait ancaman terhadap petugas medis yang menangani Covid-19 di Puskesmas Kedawung II. S (50), melaporkan telah mendapat instimidasi melalui pesan WhatsApp (WA).

“Kita sudah terima laporannya, kemudian kita lakukan penyelidikan. Para saksi-saksi sudah kami mintai keterangan, termasuk tenaga medis yang jadi korban,” kata Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo usai menghadiri kunjungan Kapolda Jateng dan Pangdam di Solo, Selasa (2/6).

Kapolres menyampaikan, pihaknya sudah memeriksa empat saksi terkait kasus itu. Empat saksi yang diperiksa itu satu di antaranya adalah tenaga medis di Puskesmas Kedawung II yang menjadi korban.

AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo mengatakan kasus itu sudah resmi diambil alih oleh Polres dari Polsek Kedawung yang sebelumnya menangani kasus tersebut. Saat ini, penyidik tengah melakukan penyidikan untuk menindaklanjuti kasus itu.

Dia juga menegaskan Polres Sragen serius dalam menangani kasus ini. Diharapkan dalam waktu dekat, kasus itu bisa diusut tuntas dan terungkap pelakunya.

“Doanya teman-teman mudah-mudahan bisa segera terungkap. Kita juga butuh peran serta masyarakat untuk berpartisipasi kalau memang ada informasi, mudah-mudahan segera ada titik terang,” jelasnya.

Sebelumnya, ancaman itu ditujukan kepada S melalui pesan WA pada Jumat (29/5) pagi. Dalam pesannya, pengirim mengaku sebagai koordinator klaster dari pasien positif Corona yang ditangani S.

Sipengirim teror melontarkan sekitar 10 pesan bernada intimidasi yang dikirim dalam rentang pukul 06.45 WIB hingga 06.55 WIB. Salah satunya menyebut bahwa si pengirim sudah mempunyai data petugas medis itu. (Tim)

 

Kont : Subanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *