Adanya Penambahan, Anggaran Pilwakot Solo Membengkak Jadi Rp 26,1 Miliar

Kantor KPU Solo, di Sumber, Banjarsari (dok.tim)

 

FOKUSLINTAS.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo mencatat adanya penambahan anggaran Pemilihan Walikota (Pilwakot) Solo 2020 senilai Rp 11,1 miliar, dari sebelumnya hanya membengkak Rp 10,1 miliar. Penambahan anggaran itu digunakan untuk pengadaan rapid test.

“Kami lakukan perhitungan ulang anggaran Pilwakot Solo dengan konsultasi dengan DKK (Dinas Kesehatan Kota) Solo. Ternyata butuh pengadaan rapid test,” ujar Ketua KPU Solo Nurul Sutarti, Kamis (11/6).

Menurutnya, saat melakukan perhitungan awal anggaran Pilwakot Solo 2020 cukup pengadaan alat pelindung diri (APD) petugas Pemilu dengan kebutuhan anggaran Rp 10,1 miliar. Anggaran itu juga diperuntukkan penambahan TPS (Tempat Pemungutan Suara) sesuai protokol kesehatan.

“Pada awal pembahasan APBD 2020, KPU hanya mendapatkan dana Rp 15 miliar. Total kebutuhan KPU Solo untuk mengadakan Pilwakot Solo saat ini senilai Rp 26,1 miliar,” kata Nurul.

Dana yang sudah tersedia di Pemkot Solo, lanjut dia, baru Rp 15 miliar. KPU Solo masih kekurangangan dana Rp 11,1 miliar. Jumlah orang yang mencoblos dibatasi, sehingga TPS yang sebelumnya hanya 1.016 bertambah menjadi sekitar 1.288 TPS.

“Bertambahnya jumlah TPS tersebut membuat dana Pilwakot membengkak. Dana Rp 11,1 miliar ini sekitar 77 persennya digunakan untuk kebutuhan protokol kesehatan,” kata dia.

Ditambahkan, KPU Solo sudah berusaha melakukan penghematan anggaran diantaranya perjalanan dinas ditiadakan dengan menghemat Rp 400 juta. Namun belum cukup juga memenuhi anggaran Pilwakot 2020.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *