Heboh Penyalahgunaan Wewenang dan Penyelewengan Dana PTSL di Desa Banaran Sambungmacan, Warsito CS Sebagai Pendamping Melaporkan Kasus ke Kejari Sragen

Bukti adanya transaksi dan saldo yang ada di BKK Sambungmacan Sragen terkait kasus PTSL di Desa Banaran. Foto: (Awi)

 

FOKUSLINTAS.com – Kasak kusuk adanya kehebohan berita yang viral baik di Media maupun di Medsos terkait dugaan penyalahgunaan wewenang soal dana PTSL di Desa Banaran Kecamatan Sambungmacan Kabupaten Sragen makin terkuak dan menuai titik terang.

Informasi yang dihimpun fokuslintas.com dilapangan, SM selaku ketua panitia PTSL di Desa Banaran diduga telah menyalahgunakan wewenang jabatan selaku ketua panitia PTSL, dimana telah mengambil dana daripada semua pemohon di bank BKK Sambungmacan tanpa konfirmasi dan kesepakatan dari segenap para panitia.

Kepala Desa Banaran, Susilo WB saat ditemui fokuslintas.com Sabtu, (13/6/2020) juga menyampaikan bahwa pihak Desa dan panitia kemarin sudah dikumpulkan setelah mencuat adanya berita tersebut. Pihak SM juga telah mengakui, dimana juga sepakat dan bersedia bakal mengembalikan semua uang yang telah diambilnya. Dalam hal ini juga dituangkan dalam surat penyataan yang dibuat secara kesepakatan bersama.

“Memang benar, ketua panitia SM bakal kembalikan uang tersebut tempo 1 minggu terhitung mulai kemarin Jumat, (12/6). Untuk nominal yang tertera sejumlah Rp.32 juta. Semua juga disaksikan semua panitia PTSL,” ungkapnya.

Meskipun demikian, perihal adanya kejadian tersebut sesuai harapan warga masyarakat Desa Banaran bahwa mereka atau para warga desa tetap berharap agar pelaksanaan PTSL tetap dijalankan di Desanya.

“Atas permintaan warga semua tetap masih dijalankan pihak panitia, hal itu tidak berpengaruh terhadap program PTSL. Saya harap semua bisa diselesaikan bersama dan kekeluargaan. Biarpun saya selaku Kades dan penanggung jawab, semua sudah saya percayakan terhadap segenap panitia,” tandasnya.

Bukti surat pernyataan SM selaku ketua panitia PTSL Desa Banaran mengembalikan uang yang telah diambilnya dari BKK Sambungmacan Sragen. Foto: (Awi)

Disisi lain, salah satu panitia PTSL Desa Banaran, sebut saja (Y) juga mengungkapkan dan berharap agar kasus ini tetap diusut tuntas sesuai aturan dan hukum yang berlaku. Kendati dana telah dikembalikan akan berharap proses hukum masih berjalan dan hal itu telah dikuasakan pada pendamping hukum.

“Harapan kami kejadian ini tidak terulang lagi dan bisa menjadi percontohan desa yang lain, apalagi ini adalah uang pemohon PTSL yang harus kita jalankan dengan baik dan harus mengemban sesuai amanah. Biarlah proses hukum berjalan sebagaimana mestinya,” terangnya.

Pihaknya juga sangat menyayangkan atas kejadian dan tindakan yang dilakukan oleh SM tanpa konfirmasi semua panitia dulu.

“Pihak kami sangat kecewa, harusnya kalau mengambil konfirmasi bersama panitia, termasuk sekretaris dan bendahara. Pengambilan dengan cara seperti itu merupakan itikad yang kurang pas,” terangnya.

Masih menurut pihak panitia, setelah terbongkarnya kejadian tersebut, kemudian heboh di Media dan viral, semua panitia juga telah dikumpulkan bersama. Dalam surat pernyataan atau perjanjian SM sepakat mengembalikan uang dalam tempo satu minggu. Anehnya, sempat terekspos di sebuah media dan menyanggah, SM telah menyampaikan uang tersebut masih utuh dan tidak terpakai. Akan tetapi hal itu justru menjadi kecurigaan tersendiri bagi panitia kenapa jika berdalih uang utuh dalam surat pernyataan meminta tempo seminggu.

Terungkap lagi hal terbaru, yang lebih membuat resah beberapa panitia PTSL, dimana adanya pengakuan dari mereka atau panitia PTSL bahwa pernah didatangi oleh beberapa oknum yang mengaku dari lembaga swadaya masyarakat (LSM), dimana kedatangan mereka diduga mengintimidasi dan meminta uang dengan nominal jutaan rupiah. Padahal, saat ini program PTSL masih terpending karena adanya dampak Covid-19, atas hal itu kedatangan beberapa oknum tersebut telah membuat mereka resah.

Terpisah, penerima kuasa panitia terkait kasus PTSL di Banaran, Warsito CS saat ditemui fokuslintas.com juga mengatakan, meskipun SM sudah mengembalikan dana PTSL yang telah diambilnya dari BKK, hal itu tidak menggugurkan proses hukum.

“Memang benar kami telah diberi kuasa penuh oleh para panitia PTSL, terkait kasus ini sudah resmi kami laporkan ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Sragen, dengan nomor perkara 11/LP-Per-VII/2020 tentang Dugaan pencurian dan penggelapan uang,” tegasnya.

 

Warsito CS melaporkan kasus terkait PTSL Desa Banaran ke Kejaksaan Negeri Sragen. Foto : Awi

Masih menurut Warsito, pengembalian dana yang telah digelapkan SM tidak akan menghapuskan pidananya, dari perbuatan yang dilakukan pidananya pun telah jelas yaitu melakukan penipuan dan penggelapan pada dana pemohon PTSL di Desa Banaran.

“Dari kesepakatan para panitia, memang benar ada itikad baik dari SM untuk mengakui dan mengembalikan dana tersebut setelah adanya pertemuan bersama, hal ini bisa menjadi pertimbangan hakim untuk meringankan hukuman dipengadilan nanti. Kami juga telah mengkonfirmasi salah satu pegawai bank BKK pada hari Kamis tanggal 11 Juni 2020, pukul 14.30 WIB. Bahkan pihak Bank juga telah siap memberikan bukti pengambilan uang di BKK dan bersedia menjadi saksi di persidangan nanti. Akhir kata, kasus ini akan kami usut tuntas sampai dipengadilan, termasuk dana itu mengalir kemana saja, untuk apa saja dan apabila benar telah memberi beberapa oknum yang mengaku LSM juga nanti bakal kami beberkan.” Imbuhnya.

Hingga berita ini dirilis, pihak SM belum bisa dikonfirmasi oleh pihak media. Dihubungi melalui via Whatsapp pihaknya juga belum menjawab ataupun merespon.

(Tim)

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *