Membludaknya Jumlah Pendaftar, PPDB Online SMA/SMK Negeri Jateng Eror

Ilustrasi pelaksanaan PPDB Online. Source/Bgs

FOKUSLINTAS.com — Proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMA/SMK negeri di Jawa Tengah (Jateng) hari pertama, Rabu (17/6/2020) diwarnai masalah atau eror.

Sejumlah orang tua mengeluh kesulitan saat hendak melakukan aktivasi pada laman PPDB Online Jateng 2020. Bahkan, mereka menduga server menjadi penyebab akses pendaftaran tidak lancar.

Seperti yang dikeluhkan orang tua calon siswa asal Salatiga, Yunita Herawati. Yunita yang ingin mendaftarkan anaknya ke SMA Negeri 3 Salatiga mengalami kendala atau eror saat mencoba melakukan pendaftaran PPDB Jateng secara online.

“Pendaftaran di awal sudah bisa, sudah bisa masuk ke beberapa form pengisian. Namun, saat akan diverifikasi malah berhenti dan lebih dari satu jam enggak ada pergerakan,” jelasnya kepada wartawan di Salatiga, Rabu siang.

Error serupa yang dihadapi Yunita itu rupanya juga dialami orang tua lain yang berniat mendaftarkan anaknya pada PPDB online SMA/SMK di Jateng.

Bahkan beberapa di antaranya mengeluhkan permasalahan tersebut melalui media sosial Twitter dengan tanda pagar (tagar) #ppdbjateng2020.

“Ini gimana ya, server nya lag bat. Pas ditahap terakhir ada token email tu apaan. Sampe sekarang ga ada email yang masuk. @SIAPonline,” tulis akun @juniantodev di Twitter.

“Tolong ini aktivasi akun susah bgt @SIAPonline @ganjarpranowo #ppdbjateng2020,” sambung akun @nilapuspitadevi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Jumeri, mengatakan eror pendaftaran PPDB online itu bukan karena masalah teknis jaringan.

Kuota verifikasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jateng terbatas.

Karena banyak yang mengakses, kuota verifikasi NIK tak mampu menampung.

“Bukan hang, pada jam 10.30 WIB akses data sebesar 300.000 dari Dukcapil [Dispermadesdukcapil Jateng] kuotanya habis. Sekarang sudah ditambah jadi 1 juta per hari. Alhamdulillah sudah lancar,” jelas Jumeri.

Senada juga disampaikan Sekretaris Disdikbud Jateng, Padmaningrum, yang menyebut error itu bukan disebabkan server PPDB online. Dia menyebutkan masalah muncul karena membludaknya jumlah pendaftar atau overload.

“Sebelumnya kita kan hanya diberi kuota NIK 5.000, tapi kita minta tambah jadi 30.000. Ternyata itu juga masih kurang karena overload. Nah, karena kuotanya kurang, jadi server sempat berhenti beberapa saat,” ujar Padmaningrum.

Selain diwarnai error, Padmaningrum mengatakan pada PPDB online Jateng kali ini memang berbeda dengan tahun lalu. Tahun ini, proses verifikasi pendaftar dilakukan secara online dengan menggandeng Dispermadesdukcapil.

“Sekarang semuanya harus online, karena pandemi Covid-19. Kalau tahun lalu kan verifikasi bisa di sekolah. Jadi verifikasi langsung ke Dispermadesdukcapil, kalau bohong langsung ketahuan,” imbuh Padmaningrum.

Untuk mencegah error PPDB online berikutnya, Padmaningrum sudah berkomunikasi dengan Dispermadesdukcapil Jateng untuk menambah kuota hingga 1 juta. Padmaningrum menambahkan pada hari pertama PPDB online itu ada sekitar 21.600 pendaftar untuk SMA dan SMK. Sementara jumlah pengakses mencapai 404.000.

Sedangkan jadwal pendaftaran PPDB online SMA/SMK negeri di Jateng dibuka mulai 17-25 Juni pukul 08.00-16.00 WIB. Evaluasi dan seleksi akan dilakukan 26-29 Juni dan pengumuman hasil seleksi pada 30 Juni 2020. Sedangkan, daftar ulang pada 1-8 Juni 2020. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *