OPINI : Jadilah Seperti Singa di Tengah Serigala

Foto: dok (Ust. Didik, Ust. Mala, Gus Sis/fokuslintas.com)

 

FOKUSLINTAS.com – Pada suatu waktu, ada seorang pemburu melihat ada seekor serigala tanpa kaki. Walaupun serigala ini tidak mempunyai kaki, tetapi kelihatan serigala ini sangat gemuk dan sehat, kelihatannya dia tidak kekurangan makanan.

Dia merasa sangat heran, ”Seekor serigala tanpa kaki bagaimana dapat hidup dihutan belantara dan memburu mangsa untuk makanannya? Pada saat itu juga, dia melihat seekor singa menggigit seekor rusa.”

Dengan sangat rakus dan tergesa-gesa, singa ini mengerogoti mangsanya, lalu setelah perutnya kenyang, berlalu dari tempat itu. Lalu baru kemudian serigala ini memakan remah-remah daging rusa yang ditinggalkan singa itu, dengan demikian dia mengisi perutnya sampai kenyang.

Keesokan harinya, kejadian ini berulang kembali. Rupanya setiap hari serigala ini mempertahankan hidupnya dari bekas sisa-sisa makanan singa.

Ketika orang ini melihat kejadian ini, pemburu itu merasakan bahwa Tuhan sangat adil dan berbelas kasih, karena terhadap seekor serigala tanpa kaki saja sudah diatur santapan yang dapat mengenyangkan perutnya setiap hari.

Kemudian pemburu itu berpikir, jika saya hanya percaya kepada Tuhan, bergantung kepada Tuhan yang menciptakan segala yang ada didalam alam semesta ini maka tentunya pasti tidak akan kekurangan makanan dan minuman.

Oleh sebab itu, mulai saat itu juga si pemburu tersebut tidak mau mengerjakan pekerjaan apapun lagi, kerjanya hanya bengong dan diam saja tidak bekerja, menunggu Tuhan memberi dia makan.

Sesudah beberapa hari berlalu, Tuhan tidak memberi dia sebutir beras, teman dan saudaranya juga tidak datang menanyakan keadaannya, akhirnya dia menjadi kurus kering.

Pada saat dia merasa sangat lapar, dari arah dinding dia mendengar sebuah suara yang berkata, ”Manusia! Engkau seharusnya seperti seekor singa itu menyisakan makanan untuk orang lain, kenapa harus sama dengan serigala yang tergantung kepada orang lain, menunggu belas kasihan orang lain dan memakan sisa makanan dari orang lain? ”

Saudaraku, selagi muda dan mempunyai tenaga seharusnya kita bekerja dengan giat untuk mencari makan dan membagi kepada orang lain, jangan hanya bermalas-malas dengan menunggu belas kasihan dari orang lain. Catat…. berjuang juga mati, tidak berjuang juga mati. Biar tidak sia-sia hidupmu, maka berjuanglah sampai mati.

Seseorang yang bijak seharusnya giat bekerja untuk menghidupkan diri sendiri dengan begitu kehidupan yang dijalani akan berarti, hanya orang bodoh yang menunggu belas kasihan dan pemberian orang lain untuk kelangsungan hidupnya membuat dia menjadi orang yang tidak berguna dan diremehkan orang lain.

 

(Ustad Mala Khunaefi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *