Program Jogo Tonggo di Sragen, Sebanyak 208 Desa dan Kelurahan di Gelontor Dana Rp1,7 Miliar

Kepala DKK Sragen Hargiyanto memaparkan tentang program Jogo Tonggo kepada 208 kepala desa/kepala kelurahan di Gedung SMS Sragen. Sebanyak 208 desa dan kelurahan di Sragen mendapat bantuan dari Pemprov Jateng untuk program Jogo Tonggo pencegahan Covid-19. Foto/source (dok/Ist/Sc/Kes)

 

FOKUSLINTAS.com – Sebanyak 208 desa dan kelurahan di Sragen digelontor bantuan total Rp1,7 miliar dari Pemerintah Provinsi Jateng untuk pencegahan Covid-19.

Bantuan tersebut berupa paket alat pelindung diri (APD) lengkap senilai Rp8,4 juta per desa/kelurahan. Bantuan itu bagian dari program Jogo Tonggo yang digulirkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Bantuan senilai Rp1,7 miliar itu dibagikan kepada 208 desa/kelurahan lewat puskesmas mulai Senin (29/6/2020). Bantuan secara simbolis diserahkan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan adiknya yang juga legislator DPRD Provinsi Jateng Untung Wibowo Sukowati.

Bantuan untuk pencegahan Covid-19 itu diterima perwakilan kepala desa dan kepala kelurahan di Gedung Sasana Manggala Sukowati Sragen, pekan lalu.

Bantuan itu berupa barang, yakni satu paket peralatan pencegahan Covid-19, hand sprayer, masker sebanyak 1.000 lembar, sepatu bot sebanyak 10 pasang, dan lain-lain.

Sebelum bantuan diserahkan, Kepala DKK Sragen Hargiyanto memaparkan tentang program Jogo Tonggo tersebut secara singkat. Dia menjelaskan program ini sebenarnya sudah berjalan sebulan yang lalu dan bermanfaat bagi desa.

APD yang diberikan Pemprov kepada desa/kelurahan itu terhitung mahal supaya masyarakat diharapkan benar-benar bisa menjadi garda terdepan untuk menjaga tetangga sendiri dengan menjaga kesehatan sendiri.

Dia menerangkan anggota Satuan Tugas (Satgas) Jogo Tonggo yang mendapat bantuan untuk pencegahan Covid-19 di Sragen itu terdiri atas seluruh komponen lembaga di tingkat desa.

Komponen itu seperti karang taruna, dasawisma, posyandu, pendamping program keluarga haraoan (PKH), penyaluh pertanian, pendamping desa, linmas, dan bidan desa untuk bersama-sama melawan Covid-19 di tingkat desa.

“Satgas Jogo Tonggo ini bekerja sampai keadaan darurat Covid-19 dicabut. Ketua Satgasnya nanti Ketua RW yang membawahi anggota yang terdiri atas para ketua RT,” ujarnya.

Bidang kerja Satgas itu dibagi menjadi empat, yakni Satgas Kesehatan, Satgas Ekonomi, Satgas Sosial, dan Satgas Hiburan. Dia mengatakan tugas Satgas itu mendata jumlah warga pelaku perjalanan, PDP, ODP, dan kasus positif Covid-19 di desa masing-masing.

Selain itu juga memastikan protokol kesehatan benar-benar dijalankan oleh warga. Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menambahkan program Jogo Tonggo dengan bantuan Pemprov ini sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19 di 35 kabupaten/kota Jateng.

Dia mengatakan tugasnya sama dengan Satgas Pencegahan Covid-19 di tingkat desa yang sudah dilakukan di Sragen selama ini.

“Sekarang fokusnya mengawasi pelaksanaan new normal. Jadi Satgas Covid-19 tingkat desa itu belum bubar sampai akhir tahun nanti. Sukarelawan desa tetap aktif dan tambah adanya Satgas Jogo Tonggo dari provinsi ini,” jelas Yuni. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *