5 Manfaat Merokok yang Jarang Diketahui, Begini Fakta Risetnya?

Foto : ilustrasi

 

FOKUSLINTAS.com – Situs berita sains livescience ternyata punya artikel tak terduga soal tembakau. Sebuah artikel mereka pada 2011 lalu memuat kabar mengenai sejumlah hasil riset terkait perilaku merokok yang konon kabarnya punya manfaat tertentu.

Artikel itu bisa dibaca di sini. Secara singkat, ini klaim penulis artikel itu Christopher Wanjek, mengenai manfaat merokok:

1. Turunkan Risiko Operasi Sendi Lutut

Mengutip hasil sebuah studi dari University of Adelaide, Australia, mengungkapkan bahwa pria yang merokok memiliki risiko lebih kecil operasi penggantian sendi lutut dibandingkan mereka yang tidak pernah merokok.

Tentu saja ini disebabkan para perokok umumnya jarang jogging atau berolahraga keras, padahal operasi penggantian sendi lutut umumnya terjadi jika kita banyak melakukan aktivitas yang melibatkan kaki dan lutut.

2. Jauh dari Parkinson

Sejumlah penelitian telah mengidentifikasi hubungan luar biasa antara merokok dan penyakit Parkinson.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology pada Maret 2010, para peneliti menemukan efek perlindungan terhadap daya tahan tubuh berkurang setelah berhenti merokok.

Inilah penyebab utama munculnya Parkinson. Namun, studi itu tidak berhasil menemukan apa penyebabnya.

3. Obesitas Berkurang

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Physiology dan Behavior menyebutkan bahwa berat badan akan terus bertambah setelah berhenti merokok.

Nikotin merupakan stimulan dan penekan nafsu makan. Tapi tentunya tidak akan ada dokter yang merekomendasikan pasiennya untuk merokok jika ingin berdiet mengingat banyaknya pengaruh buruk yang ditimbulkan dari perilaku ini.

4. Turunkan Risiko Kematian Akibat Serangan Jantung

Dibandingkan dengan non-perokok, perokok yang mengalami serangan jantung tampaknya memiliki tingkat kematian yang lebih rendah.

Perokok juga memiliki respon positif untuk dua jenis terapi guna menghilangkan plak di paru-paru dari arteri mereka: terapi fibrinolitik, yang pada dasarnya adalah obat; dan angioplasty, yang menghilangkan plak dengan memasukkan balon atau stent ke dalam arteri.

Namun ini ada penjelasannya: ternyata perokok yang mendapat serangan jantung rata-rata berusia 10 tahun lebih muda ketimbang non perokok yang mendapat serangan.

Walhasil, tak mengherankan, para perokok yang kena serangan jantung hidup lebih lama ketimbang non perokok, karena mereka memang lebih muda.

5. Obat Jantung Clopidogrel Bekerja Lebih Baik

Clopidogrel adalah obat yang digunakan untuk menghambat penggumpalan darah untuk pasien yang menderita penyakit arteri koroner dan penyakit peredaran darah lainnya yang mengarah ke stroke dan serangan jantung. Merokok membantu clopidogrel melakukan pekerjaan yang lebih baik.

Sebuah studi oleh para peneliti Korea di jurnal Thrombosis Research dan oleh para peneliti Harvard University menunjukkan manfaat dari merokok sedikitnya 10 batang rokok sehari. Tampaknya sesuatu dalam asap rokok mengaktifkan protein tertentu yang disebut sitokrom, yang mengkonversi clopidogrel menjadi sesuatu yang lebih aktif.

Meskipun demikian, lagi-lagi tentunya tidak ada satupun dokter di muka bumi ini yang menyarankan seseorang untuk merokok guna meningkatkan kualitas kesehatan mereka. Sejumlah riset di atas hanya menunjukkan bahwa nikotin punya efek kimia tertentu untuk situasi tertentu saja.

(Nanda)

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *