Jalan Tembus Antar Provinsi Dibangun, Bupati: Ini adalah Representasi Kebangsaan


Bupati Wonogiri Joko Sutopo saat menandatangani perjanjian dan penyerahan naskah TMMD Sengkuyung Tahap II didampingi Dandim 0728/ Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi, di Pendopo Rumdin Bupati Wonogiri (dok.tim)

 

FOKUSLINTAS.com — Pemkab Wonogiri meyakini bahwa dengan adanya perbaikan infrastruktur atau akses jalan diwilayah perbatasan penghubung dua propinsi didaerahnya bakal membawa dampak besar, khususnya di sektor perekonomian. Seperti pembangunan jalan penghubung antara Desa Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro dan Dusun Wota Wati, Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, DIY. Jalan tembus sepanjang dua kilometer tersebut dikerjakan melalui program TMMD Sengkuyung tahap II Tahun 2020.

“Jalan itu awalnya hanya jalan setapak. Tapi akses itu sangat vital dan sangat membantu masyarakat,” terang Camat Pracimantoro, Warsito saat dikonfirmasi awak media, usai pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2020, di Pendopo Rumdin Bupati Wonogiri, Selasa (30/6).

Menurut dia, TMMD Sengkuyung Tahap II tersebut merupakan inisiasi jajaran Kodim 0728/Wonogiri yang bersinergi dengan Pemkab Wonogiri. Dalam kegiatan itu, anggota TNI/Polri dan warga setempat membuka akses jalan yang dahulunya hanya berupa jalan setapak. Sementara waktu pengerjaan jalan itu ditargetkan rampung selama 30 hari ke depan (30 Juni-29 Juli).

Untuk TMMD tahap kedua ini, kata Camat Warsito, volume pengerjaan makadam jalan sebanyak 700 meter dengan ketebalan sepanjang 669 meter, lebar 4 meter. “Sumber dana dari APBD Provinsi totalnya mencapai Rp 887 juta,” ujarnya.

Sementara jalan penghubung antar kabupaten antar provinsi ini memiliki panjang sekitar dua kilometer. Sebelumnya, di tahap pertama program buka jalan baru ini sudah digelontor dana dari Bankeu Provinsi Rp 200 juta untuk makadam jalan.

“Dengan adanya akses jalan tembus ini, kami sangat yakin roda perekonomian akan tergerak,” ujarnya.

Suyono, Kepala Desa Sumberagung, Pracimantoro menambahkan, menilik dari riwayat jalan itu sendiri ada sejarah panjang antara dua desa tersebut. Dimana di Desa Sumberagung terdapat sebuah sumber mata air yang berasal dari sungai bawah tanah yakni sumber air Luweng Songo. Luweng tersebut sudah dimanfaatkan sejak 2019 silam untuk mencukupi kebutuhan air bersih ratusan KK di empat desa, yakni Desa Sumberagung, Joho, Petir dan Gambirmanis, lengkap dengan jaringan pipanisasi yang dikelola BumDes setempat. Ia menyebut, Luweng tersebut memiliki kedalaman vertikal sekitar 33 meter dan horizontal 175 meter dan mampu mengeluarkan air dengan debit air 22 liter perdetik.

“Akses jalan yang dibangun ini sangat membantu masyarakat di dua wilayah. Seperti biasa, setiap musim kemarau, banyak sekali warga Desa Pucung, Girisubo yang mengambil air ke sumber air Luweng Songo di Desa Sumberejo ini. Sebaliknya, warga kami juga terbantu roda perekonomiannya,” tuturnya.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengapreasiasi kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II tersebut. Menurutnya, TMMD harus dimaknai sebagai semangat pertahanan semesta. Kebersamaan,keterpaduan dan kemanunggalan TNI dan rakyat menjadi bentengnya sangat luar biasa. Dimana kegiatan tersebut diinisiasi oleh TNI namun di dalamnya terdapat partisipasi masyarakat.

Menurut Bupati, sasaran kegiatan itu tidak hanya dilihat dari infrastruktur publiknya. Akan tetapi, di dalam kegiatan itu dapat dilihat adanya semangat ciri kultur Indonesia, gotong-royong yang menjadi visualisasi sebuah negara yang dimerdekakan dengan semangat kebangsaan.

“Maka di dalam kebangsaan itu di dalamnya tidak ada ego sektoral, ego kultural, ego agama dan keyakinan yang ada ego kebangsaan. Maka representasi kegiatan ini adalah kita bisa memberikan perbaikan infrastruktur di wilayah terpencil. Tapi yang jauh lebih bermakna adalah kita bisa menjaga semangat kebersamaan, kegotongroyongan dan itulah pondasi ciri khusus yang tidak miliki negara lain,” tandasnya. (Tim-Pram)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *