OPINI : Jalmo Tan Keno Kiniro

Foto: dok (Gus Ipam Sarwono/Fokuslintas.com)

 

FOKUSLINTAS.com – “Jalmo tan keno kiniro”, mengandung makna kehidupan manusia di masa depan tak bisa ditebak. Jangan sekali kali kita menvonis masa depan seseorang. Karena apa dan bagaimana kehidupan seseorang itu hanya Gusti Allah yang tahu. Hanya Dia yang punya hak menvonis masa depan umat-Nya.

Allah menciptakan manusia dengan jalan kehidupan yang berbeda beda. Beda suku, beda bangsa, warna kulit, dan sebagainya.

Begitu juga tentang jalan hidup dan kehidupannya. Masing-masing individu punya peran yang berbeda beda sehingga bisa saling melengkapi antara manusia.

Begitu juga soal rizqi, Masing-masing dari kita sudah diberi jatah rizqi, tinggal kemampuan kita untuk menyambut rizqi tersebut. Dan rizqi tersebut tidak harus berupa harta dan uang, tetapi banyak macam yang tidak biasa kita pikirkan seperti udara yang kita hirup setiap bernafas, akal pikiran kita, kesehatan, kedamaian, dan masih banyak lagi lainnya.

Semua yang kita miliki adalah milik Allah, dan Dia yang berhak untuk memberi dan mengambilnya sewaktu waktu.

Hari ini sakit, belum tentu besuk tetap sakit.
Hari ini sehat, belum tentu besuk tetap sehat.
Hari ini kaya, belum tentu besuk masih kaya.
Hari ini miskin, belum tentu besuk masih miskin, dan lain sebagainya.

Mari kita berusaha belajar untuk tidak menghakimi orang lain, belajar untuk tidak menvonis masa depan orang lain, belajar untuk tidak menghina kehidupan orang lain.

Sekali lagi hanya Dia lah yang berhak menghakimi dan memvonis makhluk-Nya. Allah Maha Menentukan, Allah Maha Berkehendak.

Jalmo tan keno kiniro, bila ALLAH menghendaki segalanya bisa berubah dengan sekejab.

Yang jahat bisa jadi baik dan sebaliknya
Yang miskin bisa jadi kaya dan sebaliknya
Yang bodoh bisa jadi pinter dan sebaliknya

Sungguh naif banget apabila seseorang itu berani menvonis orang lain yang bodoh tetap bodoh, yang miskin tetap miskin, yang jahat tetap jahat, yang hina tetap jadi hina.

Jalmo tan keno kiniro, hanya Allah yang tahu masa depan umat-Nya.
Semoga Allah berkenan menetapkan di hati kita iman yang suci, dijadikan kita semua pribadi yang rendah hati, ikhlas, dan saling menghargai.

Semoga ridho Allah selalu menyertai di setiap detak jantung kita dan di setiap helaan nafas kita. Amin…

 

( Gus Ipam Sarwono )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *