OPINI : Ketika Kita di Hina dan Direndahkan

 

Foto: dok (Tim/Fokuslintas.com)

 

FOKUSLINTAS.com – Dear hati yang tengah sakit oleh perkataan buruk orang yang membenci, tidak usah berlarut-larut dalam rasa benci ataupun dendam. Biarlah kita dihina dan direndahkan oleh mereka, nggak usah kita sibuk membalasnya, dan tidak usah kita repot-repot memikirkan untuk melakukan yang sama.

Ingat, nggah usah kita kotori hati dengan membenci. Sudahlah sabar dan ikhlaskan saja, sebab ada Allah yang selalu melihat, dan tentunya Allah akan membalasnya dengan sempurna.

Jadi, nggak usah kita capek-capek dengerin perkataan buruk mereka, apalagi sampai sibuk dimasukin kehati dan dijadiin pikiran. Jangan!

Karena selain membuat ego membubuh tinggi dan amarah meluap karena benci, tentu hanya kerugian yang nantinya kita dapatkan. Jadi tetaplah tenang, percayakan semuanya pada Allah, dan cukup kita tenangkan hati dengan kesabaran dan keikhlasan.. Balasan akan ada otomatis?

Biarkan saja orang lain berkata apapun kepada kita, yang penting Allah tahu bagaimana dirimu yang sesungguhnya. Lagi pula, simple-lah ngejalani hidup, bila kita yakin bahwa kita tak berbuat salah kepada Allah, maka walaupun orang lain menilai kita buruk sekalipun, tidak usah dimasukin kehati perkataan mereka.

Sadarlah, penilaian buruk mereka pada kita itu tidaklah lebih penting dari penilaian Allah. Maka dari itu berhentilah bersungut-sungut pada sesuatu yang tidak penting, apalagi hanya perkataan manusia yang memang sukanya mencari ribut dan tidak bisa melihat orang lain senang, karena bila diladeni artinya kita sama dengannya.

Iya, sabar dan ikhlas, kita harus bisa bidik hati dengan sifat demikian, karena bagaimanapun kebaikan akan Allah balas dengan sangat sempurna. Oleh karenanya, sesakit dan sesedih apapun kita terhadap perkataan dan hinaan orang lain jangan pernah kita lupakan sabar, karena dengan sabar itu pulalah pada akhirnya kita akan mendapat kebaikan-Nya. Amin…

Sebaliknya, dia yang berlaku buruk pada kita sudah pasti akan oleh-Nya balas dengan sangat adil. Maka, tidak usah kita repot-repot mengkotori hati dengan membenci, berdoa buruk, dan perasaan ingin membalas, karena tanpa berlaku demikian pun balasan Allah.

 

( Citra-Wulan )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *