Naiknya Kasus Covid-19 di Picu Dari Pemudik Yang Abaikan Protokol Kesehatan


Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar, Juliyatmono

 

FOKUSLINTAS.com — Pemudik abai protokol kesehatan menjadi salah satu faktor penularan Covid-19 atau klaster baru di Karanganyar. Pada awal kepulangannya ke kampung halaman, mereka tidak mengisolasi diri namun justru beraktivitas di luar dan membuat kontak dengan orang-orang.

“Pemudik kalau jujur, lebih mudah tracking. Kemarin itu banyak yang enggak jujur. Pulang kampung langsung beraktivitas kemana-mana dan enggak isolasi mandiri. Saat mereka ketahuan terpapar Covid-19, ternyata sudah bebas bergaul ke mana-mana. Akhirnya keluarganya tertular,” kata Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar, Juliyatmono kepada wartawan di kantornya, Rabu (1/7).

Ia meyakini telah berulangkali mengimbau pemudik memeriksakan diri di fasilitas kesehatan kemudian mengisolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Mereka baru dapat boleh beraktivitas di luar, setelah dipastikan sehat usai menjalani isolasi mandiri.

“Jadi, mereka itu tertular karena berinteraksi dengan pasien positif. Interaksi ini karena mereka keluarga terdekat,” katanya.

Terkait merebaknya kembali kasus Covid-19 dari klaster pemudik, Plt Kepala Dinkes Karanganyar Purwanti mendesak Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan dari desa/kelurahan agar mengamati pergerakan pemudik.

“Pemudik diharapkan lapor ke RT/RW. Kemudian, Satgas desa/kelurahan beraksi memastikan mereka periksa ke puskesmas kemudian isolasi mandiri,” katanya. (Tim-Her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *