PPDB Jadi Polemik, Gegara Anaknya Tak Masuk SMK Warga Ini Curhat di Medsos


Curhatan warga yang kecewa akibat anaknya gagal masuk di SMK impiannya viral (tim/ist/facebook)

 

FOKUSLINTAS.com — Keluh kesah warga tentang sulitnya dalam mengikuti proses PPDB di wilayah perbatasan Wonogiri timur yakni Kecamatan Puhpelem viral di media sosial. Polemik tentang PPDB itu lantas memicu reaksi berbagai kalangan.

“Banyak anak lulus SMP di kecamatan ini yang tidak bisa diterima di SMKN 1 Puhpelem, dan itu benar,” ungkap Camat Puhpelem Jaiman kepada wartawan, Rabu (1/7).

Menurut dia, hal itu terjadi karena pendaftaran sistem online yang merupakan wewenang provinsi. Selain itu, nilai siswa dari SMP setempat kalah saing dengan lulusan dari daerah lain seperti siswa asal kecamatan sekitar. Bahkan, mereka kalah dengan anak-anak dari kabupaten tetangga seperti dari Ponorogo dan Magetan (Jatim), sebab wilayah itu berbatasan langsung wilayah Jatim.

Camat Puhpelem mengatakan, belum lama ini warga dan bahkan pihak sekolah sempat berdialog menanggapi kondisi tersebut. Namun, pihaknya tak sanggup berbuat banyak. Mengingat, regulasi dalam PPDB SMA/SMK itu diatur dan kewenangan propinsi. Salah satunya terkait sistem online dalam PPDB itu.

“Kami tidak mengetahui sistem penerimaan siswa didik baru itu seperti apa,” ujar Camat Puhpelem.

Alhasil, anak-anak di wilayahnya terpaksa mendaftarkan ke sekolah lain yang jaraknya cukup jauh dari kecamatan setempat. Hal itu jadi beban baru orang tua didik, sebab mereka harus merogoh kocek lebih banyak untuk biaya sekolah.

Camat menyebut bahwa regulasi PPDB yang saat ini berubah belum sepenuhnya dipahami masyarakat. Akan tetapi, ada hal yang perlu dicermati, dimana tujuan awal SMK itu sendiri didirikan di Puhpelem. Supaya, anak-anak Puhpelem dapat tertampung dan tidak keluar daerah. Dengan adanya kondisi tersebut itu, membuat masyarakat setempat kecewa.

“Soalnya SMK itu satu-satunya sekolah tingkat atas di kecamatan ini. Selain itu, ketika lulus SMK mereka bisa langsung kerja dan itulah harapan masyarakat disini,” tegasnya.(*)

 

Kont: Pram

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *