Razia Gugas PP di Klaten, Pengguna Jalan Yang Tak Pakai Masker Bakal di Tilang

Bupati Klaten Sri Mulyani memimpin langsung razia masker di wilayah Klaten, Rabu (1/7/2020). (Sam/dok)

 

FOKUSLINTAS.com – Tim Gabungan Operasi Pemakaian Masker dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 (Gugas PP) Kabupaten Klaten mulai melakukan penertiban di beberapa lokasi, Rabu 1 Juli 2020. Puluhan KTP terpaksa ditilang karena tidak mematuhi aturan wajib memakai masker.

Di Persimpangan Bramen Klaten, 37 pengendara kendaraan baik motor dan mobil yang tidak nemakai masker terpaksa ditilang dengan mengamankan KTP yang bersangkutan. KTP bisa diambil kembali saat itu juga atau di kantor Satpol PP Klaten jika yang bersangkutan telah memakai masker kembali.

Sedangkan pada Operasi Pemakaian Masker perdana di Pasar Pedan Klaten, tim penertiban mengamankan 18 KTP warga yang kedapatan tidak bermasker.

Penertiban perdana dipimpin Bupati Sri Mulyani selaku Ketua Gugus Tugas Klaten dengan melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan relawan Klaten.

”Mulai 1 Juli 2020 diberlakukan tilang masker. Yang tidak pakai masker, KTPnya ditahan. Ini berlaku bagi masyarakat luar Klaten yang melintas ataupun masyarakat Klaten sendiri. Kalau mau KTPnya kembali harus pakai masker,” tegas Sri Mulyani.

Operasi itu bertujuan meningkatan kepatuhan masyarakat pada protokol kesehatan. Sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi dan edukasi bahkan pembagian masker.

”Kedisiplinan masyarakat Klaten sudah bagus. Dalam waktu satu setengah jam, hajya sekitar 30 orang yang kedapatan tidak pakai masker, meski lalu lintas padat,” ujar dia.

Salah satu yang terjaring operasi adalah Endri Noviyanto (29) warga Sleman, yang hendak menuju Surakarta tanpa memakai maaker. Saat ditanya Bupati Sri Mulyani, Endri Noviyanto mengaku tidak memakai masker kare a masker miliknya kotor.

”Saya rela ditilang karena memang tidak memakai masker. Biasanya saya pakai masker, tapi masker saya kotor,” katanya. Untuk mendapatkan kembali KTP nya, dia pun bergegas mencari masker di toko terdekat. Hal yang sama dilakukan warga lain yang terjaring operasi penertiban. (Mera/Sam)

 

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *