Berdampak Kerawanan Sosial, Jalan Desa Gilirejo Baru dan Gilirejo Lama Masih Perlu Banyak Penanganan

Kerusakan jalan yang akhirnya sejumlah warga bergotong royong menambal jalan rusak di Desa Gilirejo Baru dan Desa Gilirejo Lama, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, dengan menggunakan pasir, urug dan batu padas. Foto: dok (tim/ist)

 

FOKUSLINTAS.com – Masih jadi perbincangan hangat sampai sekarang, soal kerusakan jalan di Desa Gilirejo Lama maupun di Desa Gilirejo Baru, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, berdampak bisa menimbulkan kerawanan sosial masyarakat setempat dan sekitarnya.

Selain itu, dampak akibat jalan rusak tentunya menyebabkan arus lalu lintas tidak lancar, serta mengakibatkan pengendara sepeda motor dan roda empat berkendala. Beberapa kali pengendara pun terjatuh akibat selip saat melewati jalan rusak tersebut.

Informasi yang dihimpun, dari keterangan beberapa warga yang dikonfirmasi menuturkan bahwa selama ini banyak warga terpaksa urunan untuk mendatangkan tanah urug padas, guna menambal jalan yang rusak.

”Apabila kerusakan jalan ini tidak diperhatikan, tentunya bisa menimbulkan kerawanan sosial, bahkan banyak memakan korban pejalan yang melintas,” Ungkap S, salah satu warga Desa Gilirejo Lama, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, bahwa data penambahan kerusakan infrastruktur setiap tahun, tidak sebanding dengan perbaikan yang dilaksanakan sehingga di jalan Desa Gilirejo itu terkesan apabila adanya kerusakan jalan kurang mendapatkan perhatian pihak Pemkab Sragen melalui DPUPR.

Sejumlah warga yang dihubungi menuturkan banyak warga terpaksa urunan untuk mendatangkan tanah urug padas, guna menambal jalan.

“Pihak warga juga berharap adanya patroli keamanan dari Polsek Miri lebih ditingkatkan dimana untuk memantau kondisi di sejumlah jalan di wilayah Desa Gilirejo Lama dan Desa Gilirejo Baru, untuk mengantisipasi kerawanan, disisi lain juga banyaknya medan jalan rusak dan sepi banyak dikhawatirkan pejalan.” terangnya.

Foto: dok (istimewa/tim)

Sementara itu, Kepala DPUPR Sragen Marija saat di konfirmasi juga menyampaikan memang masih ada kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan di Desa Gilirejo Lama dan Desa Gilirejo Baru. Lanjutnya, pihak DPUPR Sragen sebenarnya tidak tinggal diam, dikarenakan kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan tetap akan diperbaiki.

“Semisal, lokasi jembatan Muneng di Desa Bagor, Kecamatan Miri juga telah selesai dibangun tahun 2019, nantinya perencanaan pembangunan infrastruktur jalan juga akan menuju arah Desa Gilirejo Lama atau Desa Gilirejo Baru diperhatikan,” ujarnya.

Masih menurutnya, sementara ini dari tim DPUPR Sragen sudah melakukan survey proyek infrastruktur di Desa Gilirejo Lama dan Desa Gilirejo Baru yang akan didanai dari APBD Perubahan Sragen. Hal itu karena kondisi ruas jalan Dukuh Tanggulrejo memang layak segera diperbaiki, dimana jalurnya  yang sempit dan menanjak.

“Tim survey sudah mengecek calon proyek jalan, talud dan gorong-gorong. Kemudian proyek yang akan digarap nantinya dijalan Dukuh Tanggulrejo Desa Gilirejo Lama. Di lokasi itu pernah ada truk membawa material bangunan melorot, karena tidak mampu mendaki tanjakan yang menikung. Nantinya, jalan itu akan di cor beton dan dilebarkan, sesuai permintaan warga melalui Kepala Desa Gilirejo lama, Suparjo.” tambahnya. (Anin-Sam-Tim)

 

Editor : Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *