Keistimewaan dan Keampuhan Pusaka Cupu Manik Astagina

Foto: ilustrasi

 

FOKUSLINTAS.com – Mendengar Cupu Manik Astagina, kisah ini sebenarnya mengingatkan tentang kisah Paris of Troy. Manusia tampan itu diminta menentukan dewi Yunani yang paling cantik dan berhak mendapatkan sebuah apel.

Jika perebutan apel dalam kisah Yunani itu berujung dengan naiknya strata kecantikan, itu tidak berlaku pada pusaka Astagina. Pusaka tersebut pada awalnya adalah pusaka dari Kahyangan dan mampu mengungkap tabir kehidupan. Jadilah tidak mengherankan apabila Cupu Manik Astagina dilabeli Pusaka tercantik di alam semesta.

Pusaka yang satu ini berbeda dengan senjata bertuah seperti keris ataupun panah. Kedua senjata tersebut memang memberikan banyak manfaat dalam peperangan, tapi tak sebanyak sang Manik. Gaman tersebut dapat membuat pemiliknya mengetahui segala taktik lawan hanya dengan membukanya.

Wujud

Wujud pusaka ini sendiri dapat disandarkan dari makna namanya. Cupu adalah wadah bundar yang tercipta dari logam. adapun manik adalah perkakas berlian yang mengkilat. Benda tersebut melambangkan keagungan. Bahkan kilatannya hampir menyamai cahaya matahari. Bahkan ada pula yang menyatakan bahwa kilau tersebut adalah bagian dari Batara Surya.

Wajar saja, Dewi Windradi juga mendapatkan pusaka yang dilabeli cantik dan sakti itu dari sang Batara karena kemampuannya dalam menggendam para dewa.

Dengan ajiannya itu pula, Batara Surya terpikat untuk memberikan pusaka tersakti untuk seorang manusia. Selama membawa gaman tersebut, rupa-rupanya kemampuan Resi Gotama pun ditarik secara diam-diam sebagai pengisi kemampuan. Saking ampuhnya, Resi Gotama pun tidak menyadarinya.

Kemampuan

Lantaran benda ini dari dewa, pastinya memunyai kemampuan yang luar biasa. Di kisahkan, gaman ini mampu meramal, melihat, dan memetakan masa depan.

Dengan demikian, seseorang yang membuka wadah ini dapat menyaksikan kepingan masa yang akan datang dalam waktu tertentu. Sebagai rasa kasih sayang kepada sang putri, Dewi Windradi pun memberikannya kepada Dewi Anjani. Sayangnya, kedua saudaranya merasa cemburu. Jadilah, ketiganya saling berebut benda itu dan dipergoki oleh Resi Gotama sendiri.

Karena kesaktiannya, Resi Gotama pun merasa dicurangi oleh sang istri lantaran anugrah pertapaannya telah tersedot ke gaman tersebut. Kemudian, ia mengutuk sang istri menjadi batu tugu yang nantinya akan terbebas jika digunakan di perang Ramayana. Sedangka nn ketiga anaknya mengejar pusaka yang dibuang sang ayah hingga ke telaga. Di sana, mereka bertiga menjadi seekor kera manusia.

Selain kemampuan untuk menyibak masa akan datang, rupanya benda  ini juga mampu merubah keadaan. Nyatanya, seseorang dapat berada di nirwana. Legenda Cupu Manik Astagina dilabeli Pusaka tercantik di alam semesta tak dapat terhindar dari asal muasalnya yang menyerap hawa surga. Ia pun dapat merubah suatu tempat sebagaimana surga dan isinya. Sehingga tak mengherankan jika seseorang akan terbuai dengan keadaan itu.

Keberadaan

Jika dilihat dari latar ceritanya, Cupu Manik Astagina nan cantik ini lebih tua dari kisah Ramayana. Hal ini dapat dilihat dari Dewi Anjani yang ternyata adalah ibu dari Hanuman. Sedangkan, Hanuman membantu Sri rama untuk melawan Rahwana pada saat sudah dewasa. Belum lagi, Dewi Anjani juga melakoni tapa Katak supaya dibebaskan dan diampuni oleh para Dewa atas kesalahannya membawa.

Untuk menghindari hal terburuk karena kutukan Resi Gotama, akhirnya dewata mengambil gaman dari telaga itu. mereka menyembuyikan pusaka tersebut ke dalam nirwana untuk ke sekian kali. Cupu Manik Astagina, Pusaka tercantik di alam semesta tersebut dapat pula diibaratkan sebagai kotak Pandora. Meskipun di dalamnya mengandung kebahagiaan dan mampu menyibak masa depan, namun nyatanya juga mengandung kutukan.(Awi)

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *