Bikin Pria Kepincut, Begini 5 Hal Yang di Pegang Wanita Jawa Dalam Bertata Krama

Keanggunan khas wanita jawa. Foto: (ist)

 

FOKUSLINTAS.com – Perempuan Jawa tulen yang masih memegang aturan, tata krama sejak dulu terkenal dalam kesopanan dan kekalemannya. Tapi seiring perkembangan jaman, pesona mereka ikut berubah.

Stigma kalem itu tidak selalu lagi melekat pada wanita sekarang, sudah banyak yang liar juga terbawa gaya hidup sampai pergaulan. Tanpa memandang status, dari kaum wanita desa yang lugu sampai status pegawai sulit untuk membedakan.

Terkadang sok alim pada dasarnya liar buas seperti serigala, ada yang terlihat norak tapi jiwanya lembut. Banyak dari wanita jaman sekarang pandai bertopeng dan menyembunyikan kebobrokan asli jati dirinya. Biarpun wanita-wanita jawa ini tetap punya daya pikat sendiri.

Entah sudah berapa banyak pria Indonesia dari berbagai daerah yang kepincut dengan wanita Jawa. Selain karena populasinya yang cukup banyak, beberapa hal di bawah ini lho yang bikin banyak pria menjatuhkan pilihan pada mereka.

Biar Hitam Tapi Manis

Mayoritas cewek Jawa memang memiliki warna kulit sawo matang hingga gelap. Tapi gurat wajah manis khas perempuan sana memang tidak terbantahkan. Kadang ada lesung pipitnya, bermata relatif bulat dan kulit yang berkilau.

Nggak heranlah kalau cewek Jawa kerap diberi julukan si hitam manis. Apalagi kalau sudah senyum, biyuuh… cowok mana yang nggak klepek-klepek?

Sayangnya, banyak di antara mereka yang tidak menyadari kecantikan khas ini. Ada yang berusaha agar kulitnya terlihat lebih putih seperti artis-artis Korea, dan menggunakan berbagai macam produk pemutih. Yah, asal nggak mutihin kulit di poles pas musim pemutihan, deh ya!

Mengenal Tata Krama

Sebenarnya, tak hanya kaum perempuan saja yang punya moral etika dan kesopanan jempolan. Nyaris semua orang Jawa yang tulen pegang budayanya memang dikenal memiliki tata krama yang baik. Hal tersebut memang sudah membudaya dan turun temurun diajarkan pada para generasi penerus.

Sumeh atau murah senyum, menyapa balik bila dipanggil, agak membungkuk saat melewati orang lain atau orang yang lebih tua.

Hal-hal ini remeh, tapi jadi bawaan yang menambah nilai etis seseorang wanita jawa tulen. Bahkan tidak congkak sombong, wanita jawa juga rumahan nggak hobby keluyuran, jaga kehormatan aturan adat juga keluarga. Selalu menghargai orang lain, termasuk menghargai pasangannya sampai keluarga.

Kesopanan tersebut tergambar dari cara bicara dan tutur kata, tidak suka bicara judes, kotor dan bahasa binatang, apabila jadi ibu rumah tangga, mendidik anak juga utamakan norma dan akhlak. Sikapnya akan teduh juga bijaksana, kelembutan hadir tulus apa adanya dari luar dalam. Berbicaranya juga hati-hati, tidak asal nerocos, dimana saja menerapkan sifat akhlak terpuji juga sedap dipandang setiap orang.

Sebagai cowok normal, tentu bakal lebih memilih cewek yang sopan dan memiliki tata krama daripada yang pecicilan dan petakilan. Karena sedikit banyak mereka membayangkan akan seperti apa anak-anaknya kelak. Kan, wanita bukan cuma membesarkan anak tapi juga adalah pembesar generasi.

Apa jadinya punya istri mulut kasar, judes, durhaka, tak bertata krama, sifat tidak terpuji dan bahasanya suka kotor, akhirnya ditiru anak. Wanita seperti ini jika tidak bertaubat, ya…mungkin bakal kena batunya.

Karena orang kayak gini akan banyak musuh, banyak yang disakiti, sehingga akan banyak yang puja puji buruk padanya dalam batin. Dan hal itu juga dilaknat, bukankah Tuhan tidak maha diam? Jawabnya jelas…wanita kayak gitu tinggal nunggu ganjaran dari hukum alam yang terjadi dan menghukumnya sampai jera.

Sifat yang Sederhana, tapi Sebenarnya Nggak Biasa

Kepribadian tersebut ditanamkan oleh para leluhur, dari semboyan Jawa yang berbunyi, “Pilih-pilih oleh bongkeng.” Yang memiliki makna, “Suka pilih-pilih akan mendapatkan yang lebih buruk.” Semboyan tersebut mengajarkan para wanita untuk tidak mematok standard terlalu tinggi untuk dijadikan pasangan hidup.

Perempuan Jawa cenderung tidak banyak syarat dalam memilih pasangan. Entah itu tidak berasal dari keluarga kaya, entah itu punya fisik yang di luar tipenya.

Sebagian wanita di Jawa punya watak ‘nriman‘ alias cukup mudah menerima, tidak banyak minta macam-macam Dari pribadi yang sederhana tersebut, mereka bisa memahami pasangan tidak hanya dari sisi kelebihan tapi juga dari kekurangannya.

Penurut dan Mudah Diatur

Berbekal ajaran tata krama sejak kecil, perempuan Jawa cenderung sudah memiliki mental penurut, Mental ya, bukan berarti semua penurut artinya pasti mau disuruh atau dibilangi ini itu.

Nah, cowok punya kecenderungan juga untuk memilih perempuan yang bisa diajak bermasa depan seperti ini.

Jawa juga menjunjung tinggi lelaki sebagai imam atau pemimpinnya. Sebagai calon imam, pria juga mencari wanita yang bisa diajak bekerja sama, bertukar pikiran, tapi juga bisa dikendalikan. Perempuan seperti ini cocok banget buat pria-pria penyuka perempuan tidak ngeyelan.

Menghormati yang Tua

Berbahagialah para lelaki yang punya pasangan perempuan Jawa tulen, sebab mereka sudah mahir banget menghormati yang lebih tua. Bagaimana memperlakukan, mengambil hati, bertutur kata pada orang tua, perempuan Jawa punya keluwesan tersendiri akan hal ini.

Menghormati yang lebih tua itu hal yang sudah membudaya di kalangan orang Jawa. Istilahnya mereka punya unggah-ungguh.

Misalnya saja, gaya bahasa ketika ngobrol dengan yang lebih tua, mereka akan menggunakan bahasa kromo inggil atau setidaknya leih menjaga sikap. Melewati orang tua yang sedang duduk, mereka juga akan menunduk hingga meninggalkan kesan santun.

Pada dasarnya, perempuan Indonesia dari berbagai suku punya daya tariknya masing-masing. Dan semua balik lagi ke pribadi masing-masing dan masalah selera. Ada yang suka kalemnya, ada yang suka watak kerasnya, ada yang suka bentuk tubuhnya dan lain-lain.

Meski kelihatan remeh, lima hal di atas memang jadi faktor yang membuat banyak pria bertekuk lutut pada wanita Jawa. ( Sari )

 

Editor: Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *