Waduh.. Tenaga Medis Solo Menjerit Insentif Corona Tak Kunjung Cair


Tenaga Medis Solo Menjerit Insentif Corona Tak Kunjung Cair. Foto: istimewa

 

FOKUSLINTAS.com – Tenaga medis di Kota Solo kecewa dengan penanganan Covid-19 oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto, terutama mengenai insentif yang tak kunjung cair.

Salah satu pegawai rumah sakit membeberkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo, Siti Wahyuningsih sudah menanyakan soal insentif bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19. Namun Terawan malah enggan membahas masalah tersebut.

“Kita tidak usah membahas itu,” demikian kata Terawan, menurut sumber yang enggan disebut namanya itu kepada awak media, Selasa (7/7).

Tak hanya itu, Ning, sapaan akrab Siti Wahyuningsih juga berusaha mengajak Terawan untuk meninjau kamar-kamar yang disiapkan untuk merawat pasien Covid-19 di RSUD Bung Karno. Terawan lagi-lagi tak merespons dengan baik.

“Malah bablas, enggak mau nengok sama sekali,” kata dia.

Terawan mengunjungi RSUD Bung Karno, usai menyalurkan santunan kematian bagi perawat yang meninggal karena tertular Covid-19 di RS dr Oen, Solobaru, Sukoharjo, Jumat (3/7) pagi.

Ia sampai di RSUD Bung Karno sekitar pukul 09.55 WIB. Di sana ia memimpin pertemuan tertutup di lantai 5 bersama Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Ning, dan petinggi rumah sakit. Pertemuan berlangsung sekitar 30 menit.

“Tapi tidak membahas Covid. Malah ngomong soal jamu,” katanya.

Lihat juga: Dokter PPDS RS Soetomo Surabaya Meninggal Terinfeksi Corona
Saat dikonfirmasi, Ning enggan memberi pernyataan soal kunjungan Terawan di RSUD Bung Karno.

“Yang jelas, dari Pak Menteri belum ada jawaban soal insentif tenaga medis,” kata Ning.

Ia menambahkan hingga saat ini belum ada perkembangan terkait insentif Covid-19 bagi tenaga medis di 14 rumah sakit lini 2 dan 3 yang ditunjuk Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sebagai rujukan Covid-19.

“Untuk lini 3 kita ajukan Rp3,1 miliar lebih. Yang lini 2 Rp3,95. Kalau yang lini satu di Solo memang ada satu rumah sakit. Tapi itu yang mengajukan dari Provinsi,” katanya.

Dari 14 rumah sakit tersebut baru RS dr Oen Solo yang sudah menerima insentif. Padahal Pemkot Solo sudah mengajukan berkas persyaratan sejak 19 Mei lalu.

“Yang dr Oen itu pun cairnya sudah Kamis (2/7) kemarin. Sampai hari ini belum ada tambahan lagi,” katanya.

Terpisah, Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu, dr Divan Fernandes membenarkan hingga saat ini belum ada tenaga medis di rumah sakitnya yang menerima insentif yang dijanjikan pemerintah itu. Ia berharap pemerintah segera merealisasikan janji tersebut.

“Bagi rekan-rekan tenaga medis tentu sangat berarti. Selama ini kan mereka menanggung risiko lebih, harus jauh dari keluarga, dan pekerjaannya juga lebih berat karena harus pakai APD (alat pelindung diri). Itu kan panas,” kata dia.[]

 

Kont: Tim

Editor: Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *