Tahun Ajaran Baru, Dewan Peringatkan Kepala Sekolah Tak Jual Seragam


Komisi IV DPRD Solo Sidak PPDB online di kantor Disdik Solo (dok.tim)

 

FOKUSLINTAS.com — Komisi IV DPRD Solo mengingatkan kepada kepala sekolah negeri di Solo agar tidak menjual seragam sekolah pada tahun ajaran baru 2020/2021. Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya bisnis yang tidak wajar di sekolah.

“Pemkot harus tegas menyikapi kemungkinan adanya pungutan kepada orang tua siswa setelah proses PPDB selesai. Jangan sampai siswa dibebankan beli seragam,” ujar anggota Komisi IV DPRD Solo, Ekya Sih Hananto, Kamis (9/7).

Ia mengatakan, setiap tahun ajaran baru persoalan jual beli seragam selalu muncul dan dikeluhkan para orang tua siswa. Orang tua pun terkadang terpaksa ada yang membeli seragam itu karena tidak ada pilihan dan takut anaknya tidak diterima.

“Uang seragam yang kerap dijadikan dasar sekolah baik jenjang SD dan SMP untuk menarik pemasukan. Kami peringgakan pada kepala sekolah umtuk tidak melakukan itu,” katanya.

Komisi IV, lanjut dia, meminta kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Solo untuk bersikap tegas pada semua sekolah negeri agar tidak menjual seragam untuk mencari untung. Menurut Ekya, uang seragam merupakan salah satu celah yang sering digunakan oknum untuk memungut pembayaran pada orang tua siswa baru.

“Disdik diminta mensosialisasikan terkait tidak adanya pembayaran secara masif soal seragam sekolah. PPDB sudah berjalan dengan baik. Jangan sampai kemudian tahapannya tercoreng karena ulah oknum yang memungut pembayaran setelah PPDB selesai,” jelasnya.

Tim-Joko

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *