Pasien Positif Corona di Karanganyar Bertambah, 3 Orang Penderita Dirawat dan Isolasi di RSUD

ilustrasi-corona

FOKUSLINTAS.com – Tambah tiga orang penderita Covid-19 positif di Karanganyar, sehingga semua ada 19 pasien yang kini dirawat dan diisolasi baik di RSUD Karanganyar, maupun di rumah sendiri. Mereka kini menjalani perawatan intensif.

Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, mereka ini satu warga Kerjo seorang buruh tani, seorang warga Colomadu penjual nasi di Kleco, Solo dan seorang warga Kebakkramat seorang ibu rumah tangga.

‘’Yang agak mengejutkan, mereka itu tidak memiliki riwayat bepergian ke luar kota. Warga Colomadu kebetulan anaknya baru datang dari Kediri, warga Kebakkramat anaknya sebulan lalu datang dari Klaten, dan warga Kerjo hanya buruh tani biasa yang biasa membantu mepe gabah.’’

Ini harus menjadi kewaspadaan baru. Sebab dengan tidak ada riwayat bepergian itu, ada kemungkinan mereka tertular oleh lingkungan terdekat. Yang anaknya datang dari Kediri, ini sedang menunggu hasil swab anaknya itu.

“Jika positif, maka jelas ibunya tertulari anaknya. Kalau negatif ini yang repot,” terang Juliyatmono.

Namun titik terangnya, menjadi sebuah kewaspadaan untuk mendeteksi pendatang, siappun itu termasuk keluarga kita sendiri, agar untuk sementara tetap dikarantina dan dites swab untuk memastikan kesehatannya.

Sebab virus ini tidak main-main bisa datang ke siapa saja dan menyerang siapa saja, dan dari siapa saja serta dari mana saja. Karena itu butuh kewaspadaan semua, dari camat, kades, RW, dan RT untuk meningkatkan deteksi siapa saja yang datang dari bepergian termasuk warga yang memiliki aktivitas tinggi ke daerah luar.

Juliyatmono yang juga Bupati Karanganyar menuatakan, tidak ada penyekatan di daerah perbatasan karena itu akan menghalangi aktivitas masyarakat yang sudah mulai menggeliat, namun yang dipatuhi adalah kewaspadaan untuk memeriksa kesehatan terutama pendatang dan warga yang punya aktifitas tinggi.

‘’Yang perlu dicatat ternyata orang yang tidak memiliki aktifitas bepergian ke luar kota ternyata juga berpotensi kena virus entah karena daya imunnya yang lemah seperti warga Kerjo yang buruh tani itu, atau dari orang luar namun termasuk orang tanpa gejala (OTG).’’ *(Sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *