Ratusan Penerima Bantuan PKH Asal Wonogiri Mengundurkan Diri, Ini Alasannya


ilustrasi (foto: ist)

 

FOKUSLINTAS.com – Ratusan keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Wonogiri menolak menerima bantuan. Pengunduran diri mereka mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah setempat.

“Kami sangat mengapresiasi keputusan 315 KPM yang mengundurkan diri dari program ini,” terang Kepala Dinas Sosial Wonogiri Kurnia Listiyarini, Rabu (15/7).

Menurut dia, saat pandemi, banyak bantuan sosial yang diperuntukkan untuk masyarakat sebagai jaring pengaman sosial. Karena sebagian besar kondisi ekonomi warga terdampak Covid-19.

Dia menilai, banyaknya KPM yang mengundurkan diri menandakan adanya keberhasilan pendampingan yang dilakukan oleh para pendamping sosial PKH selama beberapa tahun.

Pendampingan yang dilakukan yakni pendekatan secara pribadi oleh para pendamping dan diberikan kesadaran bahwa masih banyak keluarga yang kondisi ekonominya di bawah mereka.

KPM juga diberi stimulun dana melalui dana Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Selain itu mereka juga dibantu promosi atau pemasaran jika memiliki produk atau keterampilan.

“Oleh pendamping, mereka juga mendapat fasilitasi dengan dibuatkan kelompok usaha, itu bagi KPM yang mempunyai produk atau keterampilan. Tujuannya agar mereka tidak terperosok ke posisi miskin lagi,” jelasnya.

Dikatakan, meski sudah tidak menerima bantuan, mereka tetap diawasi oleh pendamping.

“Bisa saja sewaktu-waktu mereka kembali miskin, maka akan didata kembali untuk mendapat bantuan. Jadi ketika memutuskan untuk mengundurkan diri sudah mempunyai kemantapan dan percaya diri,” kata dia.

Selain itu, sebagian dari mereka ada yang mendapatkan bansos JPS. Sebab, pekerjaan mereka terdampak covid-19.

“Intinya kami mengapresiasi keputusan mereka. Tidak hanya beritikad untuk mandiri, tetapi juga mempunyai rasa empati kepada orang lain, terutama yang kondisi ekonominya di bawah mereka,” tandasnya.*(Red-Tim)

 

Editor: Pram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *