Seorang Pedagang di Boyolali Terpapar Virus Corona, Pasar di Stearilkan dan Tutup 3 Hari


Pasar Ampel, Boyolali disemprot disinfektan (diskominfo boyolali)

 

FOKUSLINTAS.com — Seorang pedagang sayur di Pasar Ampel, Boyolali terbukti terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (Covid-19) pada Sabtu (11/7). Pasien dengan register 072 berinisial RN tersebut berasal dari Kecamatan Gladagsari.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) langsung mengambil kebijakan untuk menutup sementara Pasar Ampel. Penutupan pasar berlangsung selama tiga hari, yakni Rabu-Jumat (15-17/7). Diagendakan, Pasar Ampel akan kembali dibuka kembali pada Sabtu (17/7).

“Memang (Pasar Ampel) ditutup, karena saat ini ada satu pasien terkonfirmasi positif dari Kecamatan Gladagsari yang aktifitas hariannya itu berjualan di Pasar Ampel,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina, Rabu (15/7).

Dalam masa penutupan Pasar Ampel, pihaknya akan melakukan proses dekontaminasi dan disinfeksi, untuk memutuskan rantai penularan dan juga untuk mengidentifikasi kontak erat yang bersangkutan. Setelah semua proses selesai dilakukan, pasar akan dibuka kembali seperti biasa dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Sementara itu, Camat Ampel, Dwi Sundarto saat ditemudi di lokasi pasar berharap, dengan ada nya temuan pasien positif di Pasar Ampel, dilanjutkan dengan proses disinfeksi, Pasar Ampel bisa beroperasi seperti semula. Sebanyak 1.335 pedagang bisa beraktivitas normal kembali.

“Diadakan penyemprotan disinfektan selama tiga hari berturut–turut. Harapan kami dengan adanya sterilisasi ini nanti menjadi aman bagi pedagang maupun pembeli yang ada di pasar ini,” ujar Camat Dwi Sundarto.

Ditambahkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan melaksanakan rapid test atau tes cepat Covid-19 kepada sejumlah pedagang Pasar Ampel unutk memastikan kondisi pedagang

Dilansir laman boyolali.go.id, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali, Masruri saat meninjau Pasar Ampel ikut memonitoring proses penyemprotan disinfektan. Sekda mengungkapkan, penutupan tersebut merupakan langkah antisipasi Covid-19 agar tidak menyebar.

“Pedagang agar istirahat tidak jualan dulu selama tiga hari ini, kita bersihkan dulu semuanya supaya tidak menular virusnya. Kita antisipasi daripada ada yang tertular, lebih baik kita bersihkan dulu. Mudah mudahan tidak ada yang kontak erat tidak ada yang positif,” tegasnya.*(Tim-Prp)

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *