Lagi, Kasus Pasien Positif Corona di Wonogiri Bertambah 26 Orang


ilustrasi (sumber: Pixabay)

 

FOKUSLINTAS.com – Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 klaster pondok pesantren Sempon Kecamatan Jatisrono, Wonogiri bertambah 26 orang. Mereka berasal dari sebagian Wonogiri, Sragen, Kalimantan dan sebagian daerah luar lainnya.

“Kondisi mereka saat ini sehat, istilahnya orang tanpa gejala. Karena usia mereka juga masih produktif. Yang jelas, mereka diperlakukan isolasi khusus di ponpes. Bahkan, lingkungan sekitar juga kita lakukan pengawasan ketat,” ungkap Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Jumat (17/7).

Dijelaskan, dari 26 pasien tambahan tersebut, 18 orang merupakan warga Wonogiri. Sisanya, delapan orang merupakan warga luar daerah Wonogiri, seperti Sragen, Kalimantan dan daerah luar lainnya.

Dengan adanya penambahan kasus tersebut, saat ini terdapat 51 pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Wonogiri. Dengan rincian 33 orang masih dirawat, 14 orang dinyatakan sembuh dan empat orang dinyatakan meninggal dunia.

“Sebanyak 46 kontak erat Ustaz Z sudah diswab. Hasilnya, 26 orang terkonfirmasi positif lalu sisanya sebanyak 20 orang hasilnya negatif. Selain santri ada yang terpapar corona juga merupakan pengurus ponpes,” paparnya.

Pihaknya mengaku memerintahkan jajaran Forkompincam dan desa untuk melakukan pengawasan secara ketat. Sehingga diharapkan mata rantai penyebaran virus dapat terputus.

Ditambahkan, ke-26 pasien terkonfirmasi tersebut merupakan santri dan pengurus Ponpes Sempon, Jatisrono. Dihadapan wartawan Bupati Joko Sutopo mengaku belum melakukan tracking terhadap delapan pasien positif yang berasal dari luar daerah.

“Klaster ponpes ini muncul pertama kali, setelah seorang pengasuk pondok pesantren atau ustaz, Z, asal Jatisrono terkonfirmasi positif Covid-19 setelah melakukan perjalanan dari Demak,” tandasnya.*[Tim-Pram]

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *