Disebut Adanya Jejak Situs Kerajaan Singosari, Gunung Mujur di Percaya Terdapat Makam Raja Kertanegara

Terdapat Situs dan Makam Raja Singosari di Gunung Mujur? Foto: Istimewa

 

FOKUSLINTAS.com – Indonesia dikelilingi oleh deretan pegunungan. Banyak di antara gunung yang ada di Indonesia bahkan masih aktif hingga sekarang. Oleh sebab itu, tidak heran jika tanah di negara kita tercinta ini sangat subur. Sejalan dengan hal itu, banyaknya gunung di Indonesia juga menyebabkan banyaknya kepercayaan gaib tentang gunung tersebut. Salah satunya adalah mitos yang menyelimuti Gunung Mujur.

Konon di gunung ini terdapat makam dari penguasa terakhir Kerajaan Singosari, yakni Kertanegara yang sangat dikeramatkan. Selain itu, masih banyak lagi mitos yang ada di Gunung Mujur ini. Penasaran? Seperti yang dilansir dari berbagai sumber, berikut deretan mitos yang ada di Gunung Mujur.

Gunung Mujur merupakan rute favorit dari para pecinta olahraga ekstrem meskipun gunung tersebut relatif kurang terkenal. Gunung Mujur sendiri merupakan gunung anakan yang menyembul di lereng Arjuna. Karakter Gunung Mujur didominasi oleh turunan dan tanjakan sehingga sangat disukai oleh para pecinta downhill.

Jarak dari pusat Kota Malang menuju Gunung Mujur lumayan jauh. Meski demikian, Gunung Mujur tetap sering dikunjungi oleh masyarakat, terutama pada akhir pekan. Hutannya yang masih sangat terawat membuat udara di sekitar gunung terasa sejuk dan nyaman.

Tidak hanya menyuguhkan keindahannya, Gunung Mujur juga menyuguhkan berbagai misteri di dalamnya. Beberapa di antaranya seperti misteri tentang berkah kemujuran yang bisa didapatkan siapa pun yang datang berkunjung ke tempat ini, mulai dari berkah berupa rejeki, jodoh, penglaris, dan sebagainya. Namun, itu untuk mereka yang berkelakuan baik. Pasalnya untuk mereka yang berkelakuan negatif, maka diyakini akan mendapatkan celaka.

Aturan yang sama berlaku untuk mereka yang terlalu banyak mengeluh ketika berada di gunung ini. Mitosnya sih apa yang dikeluhkan oleh orang tersebut, maka hal itu akan bener-bener terjadi.

Tidak hanya mitos di atas, di Gunung Mujur juga masih terdapat beberapa mitos lainnya. Misalnya saja tentang mitos terkait makam keramat dan Candi Telih yang ada di tempat ini.

Candi Telih sendiri merupakan sebuah situs bersejarah yang menceritakan pertemuan Ken Arok dengan Ken Umang. Sementara untuk mengunjungi makam keramat, orang-orang harus rela menaiki anak tangga sejauh 100 meter.

Setidaknya terdapat dua makam keramat yang kerap dikunjungi oleh orang-orang. Posisi kedua makam tersebut berlawan, namun tidak berjauhan. Satu makam berada pada posisi membujur dari utara ke selatan, sedangkan makam lainnya membujur dari timur ke barat.

Rumor menyebutkan kalau salah satu makam merupakan makam Kertanegara yang tidak lain adalah penguasa terakhir dari Kerajaan Singasari. Makam yang lain diyakini merupakan makam dari abdi setia sang raja.

Rumor yang lain menyebutkan kalau makam tersebut merupakan makam Sakumintir, yakni salah satu patih pada masa Kerajaan Blambangan (sekarang Banyuwangi). Ada pula rumor yang menyebutkan kalau makam tersebut merupakan makam dari Ki Ageng Kertojoyo.

Berdasarkan keyakinan ini, tak sedikit dari pengunjung yang sengaja datang ke Gunung Mujur untuk berziarah ke makam keramat dengan harapan dapat mendatangkan kemujuran/keberkahan.

Seperti yang telah disebutkan kalau di Gunung Mujur terdapat candi yang bernama Candi Telih. Meski tak sepopuler Candi Kidal, Candi Telih cukup dikenal dengan mitos Ken Aroknya.

Konon katanya, Candi Telih merupakan tempat pertemuan antara Ken Arok dan Ken Umang yang merupakan selir sang raja. Disebut juga kalau Ken Umang merupakan wanita yang dicintai oleh Ken Arok.

Sayangnya situs ini terlihat tidak cukup terawat. Misalnya saja dengan tidak adanya pagar pembatas maupun tulisan khusus yang menunjukkan kalau candi yang terletak di tengah kebun ini merupakan situs bersejarah.

Itu dia deretan mitos tentang Gunung Mujur. Percaya atau tidak, hal itu kembali pada diri kita masing-masing, ya! ( Awi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *