Termasuk Dosa Besar, ini 5 Kriteria dan Balasan bagi Anak Durhaka menurut Alquran dan Ajaran Agama

Foto: Ilustrasi

 

FOKUSLINTAS.com – Orang Tua merupakan sosok yang paling berjasa dalam hidup kita. Tanpa perjuangan mereka, kita tentu tidak bisa tumbuh dan berkembang sebaik seperti sekarang ini. Atas hal tersebutlah kemudian agama Islam menuntunkan agar seorang anak berbakti kepada kedua Orang Tua.

Tidak hanya diwajibkan agar berbakti kepada kedua Orang Tua, Islam juga dengan tegas melarang seseorang berbuat buruk atau Durhaka kepada Orang Tua. Hal ini sesuai dengan kandungan Alquran surah Al-Ahqaf ayat 15.

Ayat tersebut menegaskan jika sudah menjadi kewajiban anak agar ia berbakti kepada orang tuanya. Sebab, pengorbanan dari mereka tidak bisa dibalas dengan apa pun.

Durhaka dalam bahasa Arab disebut dengan al-‘uquuq, berasal dari al-‘aqqu yang satu akar kata dengan al-qath’u yang berarti memutus, merobek, membelah atau memotong. Adapun anak Durhaka dalam Islam disebut dengan “uquuqul walidain”. Yakni perbuatan atau ucapan yang bisa menyakiti hati Orang Tua.

Dalam Islam, Durhaka kepada Orang Tua termasuk ke dalam kategori dosa besar. Hal ini sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Dari Abdullah bin ‘Amr, ia berkata: Ada seorang Arab Badui yang datang kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, apakah dosa besar itu?”. Lalu Rasulullah menjawab, “Isyrak (menyekutukan Allah)”. Lalu orang Badui tersebut tanya lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Kemudian Durhaka kepada dua Orang Tua,”. Ia bertanya lagi, “Kemudian apa?” Rasulullah menjawab, “Sumpah yang menjerumuskan”. Aku bertanya, “Apa sumpah yang menjerumuskan itu?” Rasulullah kemudian menjawab, “Sumpah yang menjadikan dia mengambil harta seorang muslim”. (Hadis Riwayat Bukhari).

Ada beberapa perbuatan dan perkataan yang masuk dalam kategori Durhaka. Berikut ini bentuk-bentuk Durhaka dalam Islam sesuai Alquran dan hadis.

1. Berkata keras dan kasar kepada Orang Tua

Berkata keras dan kasar kepada Orang Tua merupakan salah satu bentuk Durhaka yang dilarang dalam Islam. Hal ini sesuai dengan Alquran surah Al-Isra ayat 23.

2. Membuat Orang Tua bersedih atau menangis

Membuat Orang Tua bersedih sampai menangis karena perbuatan atau ucapan juga salah satu bentuk dari kedurhakaan. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi,”Tangisan kedua Orang Tua termasuk kedurhakaan besar,” (Hadis riwayat Bukhari).

3. Menelantarkan dan tidak melayani Orang Tua

Dengan alasan kesibukan pekerjaan atau sudah punya keluarga sendiri, banyak anak yang kemudian mulai kurang perhatian kepada kedua orang tuanya. Hingga tidak sedikit kasus anak yang menelantarkan orangtua, padahal hal tersebut termasuk bentuk kedurhakaan yang nyata.

4. Memasang muka cemberut di depan Orang Tua

Termasuk dalam bentuk kedurhakaan ialah saat anak selalu memasang muka cemberut jika ia berada di hadapan Orang Tua. Sebab, hal tersebut bisa membuat sakit hati Orang Tua.

5. Tidak menghormati Orang Tua

Tidak menghormati Orang Tua juga masuk dalam kategori kedurhakaan seorang anak. Allah menganjurkan seorang anak agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Hal ini sebagaimana termuat dalam Alquran surah An-Nisa ayat 36.

Selain memberikan kenikmatan bagi setiap manusia yang menjalankan perintah agama, Islam juga dengan tegas akan memberikan hukuman bagi siapa saja yang melanggar aturan, termasuk Durhaka kepada Orang Tua.

Beberapa balasan yang akan diterima seorang anak yang Durhaka kepada orangtuanya antara lain sebagai berikut.

1. Salatnya tidak diterima

Amalan salat anak Durhaka tidak akan diterima Allah sebelum ia bertobat dan meminta maaf kepada kedua orang tuanya. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW berikut.

“Allah tidak akan menerima salat orang yang benci kedua orang tuanya yang tidak menganiaya kepadannya,” (Hadis riwayat Abu Al-Hasan Bin Makruf).

2. Dijauhkan dari kenikmatan surga

Seorang anak yang Durhaka juga akan dijauhkan dari kenikmatan surga. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Nasa’i dan Ahmad.

“Ada tiga jenis manusia yang diharamkan Allah masuk surga, yaitu pemabuk berat, orang yang Durhaka kepada kedua Orang Tua, dan seorang dayyuts (orang yang membiarkan kejahatan berlaku dalam keluargannya, merelakan istri dan anak perempuan selingkuh),”

3. Tidak mendapatkan rida dari Allah

Jika jalan hidupmu ingin berkah, maka berjalanlah di jalan yang diridai Allah. Salah satu yang menghalangi rida Allah ialah perbuatan Durhaka kepada Orang Tua. Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Al-Hakim.

“Rida Allah tergantung rida Orang Tua, dan murka Allah pun tergantung pada murka kedua Orang Tua,” (Hadis riwayat Al-Hakim).

4. Mendapatkan kesusahan di dunia

Perbuatan Durhaka merupakan salah satu perbuatan dosa yang balasannya bisa didapatkan langsung di dunia. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh hadis Rasulullah SAW berikut.

“Setiap dosa akan diakhirkan oleh Allah sekehendak-Nya sampai hari kiamat, kecuali dosa mendurhakai kedua Orang Tua. sesungguhnya Allah akan menyegerakan (balasan) kepada pelakunnya didalam hidupnya sebelum mati,” (Riwayat Al-Hakim).

Itulah pandangan Islam mengenai perbuatan Durhaka, semoga kita semua terhindar dari perbuatan tersebut.[Akurat-Subanto]

 

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *