Pilkada Klaten Berpotensi Diikuti Tiga Pasangan, Dua Parpol Dapat Rekomendasi

Baliho pasangan Sri Mulyani dan Aris Prabowo berjajar dengan pasangan ORI di Jalan Kecamatan Polanharjo. Foto: dok (Istimewa)

 

FOKUSLINTAS.com – Pilkada di Klaten 2020 berpotensi diikuti tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati. PAN dan PKB telah mengantongi nama yang direkomendasikan dari DPP di luar nama Sri Mulyani-Aris Prabowo yang diusung PDIP dan One-Fajri yang diusung koalisi Demokrat-PKS-Gerindra.

Ketua DPC PKB Kabupaten Klaten, Ahmad Mutohar mengatakan rekomendasi DPP sudah turun Hari Minggu kemarin. ” Rekomendasinya ke pasangan Arif Budiyono-Harjanto,” ungkap Mutohar, Jumat (24/7) di DPRD.

Menurut Mutohar, untuk mengusung pasangan itu, PKB berkoalisi dengan PAN, PPP dan Nasdem. PAN dan Nasdem bahkan sudah mendapatkan rekomendasi yang sama. PPP informasinya juga telah mendapatkan rekomendasi menyusul Nasdem dan PAN sudah lebih dulu.

PKB, PAN, PPP dan Nasdem menurutnya sudah cukup untuk maju sendiri sebab memenuhi syarat minimal 10 kursi untuk bisa mengusung pasangan di Pilkada. Dengan turunnya rekomendasi PKB dan PAN kemungkinan Pilkada diikuti tiga pasangan sangat kuat.

Sebab sudah ada PDI Perjuangan dan pasangan ORI yang diusung Demokrat-PKS dan Gerindra. Namun, kata dia, segala kemungkinan masih bisa terjadi. PKB sejak awal sudah memiliki kecocokan visi dan misi dengan bakal calon Bupati, Arif Budiyono-Harjanto. Terutama terkait pembenahan birokrasi.

Penataan birokrasi yang akan diisi kaum profesional dengan lelang
jabatan tanpa ada suap-menyuap akan menjadi langkah awal. Selain itu
pasangan itu konsen memperkuat sektor pertanian sebagai daerah lumbung padi.

Ketua DPD PAN Klaten, Darmadi mengatakan SK dari DPP untuk pasangan
Arif dan Harjanto sudah turun meskipun perjalanan berliku. Dengan SK
itu DPD akan ikut dan menjaga rekomendasi DPP.

” SK itu ajuan kita dari bawah di DPD sehingga akan kita perjuangkan apa yang sudah diputuskan DPP. Yang sudah pasti kita 11 kursi, PKB, PPP, Nasdem dan PAN,” jelas Darmadi.

Selain empat partai itu ada beberapa partai non-parlemen yang menyatakan bergabung. Jika melihat saat ini, di Pilkada kemungkinan besar akan ada tiga pasangan.

Tapi kalau melihat konstelasi politik bisa jadi juga akan mengerucut menjadi dua pasangan. Yang jelas, kata Darmadi, tiga pasangan pun nantinya PAN akan tetap optimistis menang. Deklarasi pasangan Arif Budiyono dan Harjanto sebenarnya akan dideklarasikan tanggal 19 Juli. Namun mundur karena melihat perkembangan politik yang dinamis diundur.

Pantauan di lapangan selain pasangan yang diusung PDIP, Sri Mulyani-Aris Prabowo, pasangan One Krisnata- M Fajri mulai gencar sosialisasi. Papan reklame ukuran besar gambar pasangan usungan Demokrat- PKS dan Gerindra itu mulai menghiasi jalan raya.

Bahkan di beberapa ruas jalan dan titik pemasangan, pasangan One-Fajri memasang baliho di dekat pasangan Sri Mulyani dan Aris Prabowo. Ukuran balihonya pun sama besar.*(Sam)

 

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *