Selisih Hitungan Rabat Beton, Proyek di Desa Jenar Sragen di Duga Mark Up

IMG-20200722-WA0537

Banyak Terkuak Dugaan Proyek Desa di Sragen Mark Up Anggaran, Salah Satunya di Desa Jenar. Foto: istimewa

 

FOKUSLINTAS.com – Pemerintah Indonesia melalui program Nawa Cita Pemerintah RI telah menggelontorkan Dana Desa mulai Tahun 2015 sebagai implementasi dari UU Desa No.6 Tahun 2014. Dimana UU Desa telah menempatkan desa sebagai ujung tombak pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Desa memiliki kewenangan penuh dalam mengelola potensi yang dimilikinnya guna meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dana Desa mulai banyak dirasakan manfaatnya di tahun keenam berjalan ini, selain nominal yang setiap tahun meningkat tetapi lebih pada tujuannya yang sangat bermanfaat untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Namun hal tersebut berbeda dengan yang terjadi di Desa Jenar Kecamatan Jenar Kabupaten Sragen Bantuan Provinsi Tahun 2019 pada rabat beton jalan pekerjaannya diduga Mark Up anggaran. Pasalnya jika dihitung secara teknis rabat beton tersebut memiliki indeks harga diatas rata-rata.

Pada prasasti yang terpasang dilokasi, disebutkan bangunan rabat beton ini memiliki volume 750 x 2 (0,80 m) x 0,10 m dengan nilai anggaran Rp.200.000.000,-.

Warga setempat berinisial YN saat ditemui Wartawan mengatakan bahwa jalan itu memang dibangun dengan menggunakan dana yang berasal dari bantuan Provinsi pada Tahun 2019. Tetapi YN tidak mengetahui secara pasti teknis pada saat pengerjaannya.

“Kami sebagai warga tidak tahu secara rinci teknis pengerjaan maupun penggunaan anggarannya,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Sragen (W) menyampaikan bahwa ada dugaan Mark Up pada penggunaan anggaran dalam pembangunan rabat beton jalan tersebut. Ia juga sempat menghitung secara teknis, melihat hasilnya harga satuan beton diketahui diatas harga pada umumnya.

“Setelah kami hitung, kami menduga ada selisih nominal yang sangat fantastis” papar dia.

Sementara itu, Camat Jenar Edi saat dihubungi awak media juga menyampaikan, terkait laporan pihak kecamatan akan segera cek kelokasi dan menerjunkan tim.

“Iya mas sementara kita baru croscek dilapangan terkait dugaan proyek Banprov yang fiktif dan Mark up..” tandasnya. (Berita Istana)

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *