Kasus Dimas Jadi Pembelajaran, Ganjar Tekankan Guru Harus Peduli dengan Keadaan Siswa

 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Foto: Instagram/ganjar_pranowo

 

FOKUSLINTAS.com – Peristiwa seorang pelajar SMP di Kabupaten Rembang sendirian saat belajar di kelas menuai perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Pelajar yang bernama Dimas Ibnu Elias viral karena tetap bersekolah meski sendirian di dalam kelas. Belakangan diketahui, hal itu dilakukannya lantaran tak memiliki ponsel pintar.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membenarkan cara yang dilakukan Dimas. Ganjar mengatakan, bila ada Dimas yang lain, maka guru bisa mendatangi siswa atau siswa itu tetap ke sekolah.

“Saya sudah mencermatinya. Saya lihat sudah ada pihak yang membantu. Itu bagus. Tapi kalau ada lagi yang lain yang sama dengan Dimas dan belum ada yang membantu, sebenarnya cara belajar ke sekolah seperti Dimas itu cara yang benar. Guru punya kepedulian apakah mendatangi atau anaknya bisa diajari di sekolah,” ujar Ganjar, kemarin.

Ganjar pun menyampaikan, siswa dengan persoalan seperti Dimas pasti ada. Maka, kata Ganjar, solusi perlu dicari dan dilakukan. Ganjar mengatakan, masih banyak guru yang peduli dengan keadaan siswa yang kesulitan mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Banyak guru yang mendatangi muridnya, mengajari dari rumah ke rumah karena memang ada kekurangan. Apakah areanya blank spot atau tidak memiliki peralatan untuk itu. Menurut saya itu bagus, cara itu yang bisa menjadi solusi,” sambung Ganjar.

Dijelaskan oleh Ganjar lebih detail, lantaran pandemi yang belum tampak akan berakhir ini, pihaknya juga meminta pemerintah darerah untuk menyiapkan infrastruktur pendukung bagi siswa yang kesulitan seperti Dimas.

“Daerah mesti menyiapkan. Kalau belum bisa, maka daerah harus menyiapkan model pembelajaran tatap muka dengan murid terbatas dan harus dengan protokol kesehatan ketat,” katanya.

Dengan kasus Dimas ini, Ganjar juga membolehkan bila ada sekolah yang tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Tentunya, lanjut Ganjar, dengan protokol kesehatan yang ketat dan jumlah siswa yang dibatasi.

“Kalau satu atau lima bahkan sepuluh siswa itu masih bisa. Sebenarnya ini kan cerita protokol kesehatan, tinggal nanti dipantau apabila memang pembelajarannya harus seperti itu. Semua harus dilakukan demi akses proses belajar mengajar anak bisa berjalan baik,” imbuh dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SMPN 1 Rembang, Isti Chomawati ,menjelaskan, Dimas mulai melakukan aktivitasnya itu sejak Rabu (22/7) lalu. Dalam sehari, Dimas mengikuti tiga mata pelajaran.

“Mas Dimas datang ke sekolah jam 07.00 WIB. Biasa diantar orang tuanya naik sepeda ontel. Ya memang Mas Dimas sendirian di sini, jadi ada tiga mata pelajaran selama sehari, ada tiga guru yang mengajar Mas Dimas langsung, lainnya kan via daring,” urai Isti Chomawati.*

(Syam)

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *