Suka Keluyuran dan Lari ke Dunia Malam, Rio Bersama Rocky Malah Aksi Njambret Bareng

Kakak beradik Rio dan Rocky Prasetyo yang melakukan aksi kejahatan berbarengan. Foto (Istimewa)

FOKUSLINTAS.com – Edan, kakak beradik penghobi karaoke ini melakukan kejahatan barengan untuk memuaskan hasratnya. Dan uangnya habis untuk nyanyi di tempat senang-senang itu tentu dengan ditemani pemandu suara di tempat karaoke.

Adalah Rio Prasetyo dan kakaknya Rocky Prasetyo, dua kakak beradik yang kini harus mendekam di balik jeruji besi tahanan Reskrim Karanganyar, karena tertangkap saat melakukan aksi kejahatannya merampas ponsel masyarakat di sebuah daerah di Karanganyar beberapa hari lalu.

‘’Ceritanya polisi banyak mendapatkan laporan dari warga karena kerap terjadi penjambretan ponsel di jalan yang sepi. Polisi akhirnya bergerak, dan tidak berapa lama keduanya tertangkap dan sempat ditembak kakinya karena melawan saat berusaha kabur,’’ kata Kapolres AKBP Leganek Mawardi disertai Kasatreskrim AKP Tegar di Mapolres Karanganyar, Senin (27/7/2020).

Ternyata saat diperiksa keduanya yang mengaku kakak beradik kandung itu bikin geleng-geleng polisi. Sebab bagaimana mungkin kakak dan adiknya kerja sama melakukan tindak kejahatan. Keduanya saling bantu berbuat kriminal.

Dan catatan kejahatannya semakin menumpuk tatkala keduanya mengaku pernah memecah kaca mobil di daerah Gondangrejo, dan setelah itu melakukan pencurian tas yang ada di dalam mobil, masih mampir mengambil sepeda motor dan motor itu dipakai untuk menjambret ponsel.

Keduanya memang nekat. Tidak sekali ini saja melakukan aksi namun berkali-kali, dan ponsel yang dijambret di tempat sepi bermerk dan lumayan. Satu bermerk Samsung J7 dan satunya A30 serta dua lainnya juga Samsung jenis lain.

‘’Ini sekaligus peringatan agar warga tidak bermain ponsel di jalanan apalagi jalan yang sepi. Di samping memancing kejahatan juga berbahaya bisa celaka meski jalanan sepi. Terutama memang memancing kejahatan,’’ kata Tegar.

Dan inilah buktinya, kedua penjahat ini mengincar dan menunggu warga yang asyik main ponsel. Tidak hanya merampas sepeda motor, juga mengambil ponselnya. Dan uangnya habis dipakai untuk foya-foya karaoke.

Keduanya kini dijaring pasal 363 KUHP atas kejahatannya dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun. Dan ternyata keduanya residivis dan pernah dipenjara karena tindak kriminal yang sama di LP Surakarta. Saat ditanya Kapolres mereka mengaku LP kepanjangannya lembaga pendidikan.

‘’Jan cah re nggenah tenan,’’ kata Kapolres geleng-geleng kepala. Keduanya disuruh mengucapkan sumpah kalau melakukan kejahatan bersedia dihukum mati. Kapolres hanya ketawa.* Jk-Sam

 

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *