Baru Berdiri 7 Bulan, Koperasi UMKM GP Sutra Alam Bersama Santri Berhasil Kembangkan Produksi Kain Tenun Sutra

 

Pengelola kerajinan tangan tenun sutra alam Kades Giri Pribadi dan istrinya Ratna. Foto: Handi

 

FOKUSLINTAS.com – Koperasi UMKM GP Sutra Alam yang baru di kelola oleh Giri Pribadi bersama istri berdiri kurang lebih berjalan 7 bulan, kemudian memproduksi kain tenun dari bahan baku ulat sutra ini telah menghasilkan sutra dengan cara manual di sulam atau dengan yang di kenal kain tenun sutra, lalu mengerjakan anak-anak yang putus sekolah yaitu berada di sekitar kampung Cipanjang, Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat.

Santriwan-santriwati asuhan ponpes Arusdhi ini 16 orang di berikan kegiatan menenun kain sutra, dikampung Cipanjang, Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat. Foto: Handi

Data yang dihimpun, bahwa anak-anak yang diajak berkarya tersebut selain menjadi anak asuh Ponpes Arusdhi, juga belajar mengaji hafidz dan Al-kitab juga, lalu di berikan belajar menenun kain sutra. Terhitung, sebanyak 46 orang anak santriwan-santriwati asuhan ponpes Arusdhi ini 16 orang di berikan kegiatan menenun kain sutra setelah lepas belajar mengaji.

“Alhamdulilah mesin tenun yang ada di tempat ponpes tersebut bisa menghasilkan nilai plus bagi anak anak putus sekolah itu, ilmu agama di dapatkan penghasilan untuk bekal mereka juga didapatkan dari hasil menenun. Dalam seminggu satu orang penenun bisa menghasilkan uang saku yang cukup untuk kehidupan sebulan seorang remaja ABG, juga bisa membantu orang tuanya,” ungkap Giri Pribadi.

Produksi kain tenun dari bahan baku ulat sutra. Foto: Handi

Menurutnya, koperasi UMKM GP Sutra Alam ini sangat mengharapkan bantuan dari sektor pemerintah maupun pihak swasta dalam memasarkan hasil tenunan yang di jadikan ikon industri tenun untuk Tasikmalaya bagian Utara.

“Harapan kami sebagai pengelola kerajinan sutra alam tersebut ada perhatiannya dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Dalam hal ini kementerian perdagangan dan parawisata bisa memperhatikan agar perkembangan sentra produksi kerajinan kain tenun sutra tersebut bisa di kenal di luar maupun dalam negeri sendiri.” Imbuhnya. * Handi

 

Editor: Adm

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *