Cegah Peningkatan Kasus, Gugus Tugas Covid-19 Boyolali Gelar Apel Siaga


Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Boyolali menggelar apel siaga (diskominfo boyolali)

 

FOKUSLINTAS.com — Melihat perkembangan data dan informasi Corona Virus Disease (Covid-19) di Kabupaten Boyolali, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Boyolali menggelar apel siaga.

Dilansir laman boyolali.go.id, apel dipimpin Komandan Kodim (Dandim) 0724/Boyolali Letkol Inf Aris Prasetyo, di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Rabu (29/7).

Kegiatan ini digelar sebagai langkah untuk terus mengingatkan dan menegaskan kewaspadaan serta imbauan terhadap masyarakat demi mencegah peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Boyolali.

Berdasar data yang dirilis covid19.boyolali.go.id, hingga Senin (27/7) jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 194 orang, 113 orang dirawat, 73 orang sembuh, enam orang meninggal.

Dandim Boyolali meminta semua pihak disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat dan protokol kesehatan.

“Segala pihak telah berupaya untuk mengendalikan dengan selalu menyadarkan masyarakat untuk mengikuti pola hidup bersih dan sehat. Selain itu telah juga disosialisasikan mengenai protokol kesehatan, pemakaian masker, cuci tangan pakai sabun,dan jaga jarak. Bagi pendatang juga selalu dihimbau untuk menerapkan isolasi mandiri dan yang terindikasi Covid-19,” ungkap Dandim.

Terlebih menurut Dandim, Pemkab Boyolali mendukung dengan penganggaran untuk pengadaan dan penyemprotan disinfektan, Alat Pelindung Diri (APD), dan logistik. Koordinasi semua elemen sangat dibutuhkan dalam mendukung upaya pencegahan Covid-19 Boyolali.

“Seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) senantiasa berkoordinasi, berkonsolidasi dalam penyebaran Covid-19 di Kabupaten Boyolali secara terintegrasi dan terkoordinir,” ujarnya.

Diharapkan, Gugus tugas Covid-19 Kabupaten Boyolali selalu waspada dan terus meningkatkan himbauan serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahwa New Normal adalah perubahan prilaku terhadap tatanan kehidupan baru dengan selalu mengikuti protokol kesehatan.

“Dengan adanya Boyolali yang zona merah Covid-19, perlu adanya pendisiplinan mengenai Covid-19, supaya Boyolali semakin normal kembali,” pungkasnya.* Tim/Eko. N

 

Editor: Adm

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *