Diselenggarakan Diskominfo, Kader PKK Sragen Juara Lomba Jurnalistik se-Jawa Tengah


Tim Juri Lomba Jurnalistik bagi Kader PKK se-Jawa Tengah Tahun 2020 (diskominfo jateng)

 

FOKUSLINTAS.com — Prima Yuanita berhasil menjadi juara pertama Lomba Jurnalistik bagi Kader PKK se-Jawa Tengah Tahun 2020, yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jateng. Kader PKK Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen tersebut berhasil mengungguli 70 peserta lainnya, melalui tulisannya berjudul PKK Berunding Buahkan “Beras Ceting”.

Dilansir laman jatengprov.go.id, (27/7), Juara II adalah Lani Cahyati (PKK Desa Papringan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas), Juara III Intan Nurlaili (PKK RT 04/RW VII Bulakindah, Laweyan, Solo). Sementara, Juara Harapan I Umi Halimah Saadah (PKK Desa Derekan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang), Juara Harapan II Dihyah Teti Siti Rohimah (PKK Desa Sapen, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo), dan Juara Harapan III Tanjung Puspitasari (PKK Desa Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri).

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah Amir Machmud selaku juri lomba mengapresiasi banyaknya kader PKK yang mengikuti lomba jurnalistik PKK tersebut. Meski PKK bukan jurnalis, tapi dengan kemampuan menulis yang mereka miliki, membuat para kader PKK lebih mudah menyosialisasikan program maupun kegiatan kepada masyarakat. Terlebih, menjelang era kenormalan baru seperti saat ini.

“Saat pandemi seperti sekarang, mereka bisa mengedukasi masyarakat lewat tulisan, melalui berbagai media, termasuk media sosial. Jika mereka bisa menulis, pesan yang disampaikan akan lebih mudah dimengerti,” ujarnya, usai penjurian Lomba Jurnalistik bagi Kader PKK se-Jateng, di Kantor Diskominfo Jateng.

Amir menunjuk contoh, karya pemenang pertama yang mengusung judul PKK Berunding Buahkan “Beras Ceting”. Ternyata, beras ceting dimaksud merupakan akronim dari Bersama Atasi dan Cegah Stunting. Dan kader tersebut menuliskan dengan apik mengenai inovasi pencegahan stunting yang telah dilakukan di daerahnya, sesuai tema lomba tahun ini, Bersama PKK, Cegah Stunting Wujudkan Generasi Indonesia Unggul.

Akademisi Universitas Diponegoro Semarang Triyono Lukmantoro mengakui, tak mudah untuk menulis sesuai kaidah jurnalistik. Apalagi, para kader PKK yang kesehariannya bukan sebagai jurnalis profesional. Namun, tak sedikit peserta yang tulisannya potensial baik.

“Bersyukur karena itu (menulis) tidak mudah untuk ibu-ibu PKK yang aktif. Terlepas nantinya menang atau kalah, mereka luar biasa. Ibu-ibu PKK yang bisa menulis itu luar biasa,” katanya.

Juri lainnya, Marjono dari Majalah Nusa Indah PKK Jateng, mengapresiasi antusiasme para kader PKK. Bahkan, beberapa penulis memiliki diksi yang bagus, melampaui wartawan. Isi dan datanya pun disajikan dengan baik, dengan mengeksplorasi inovasi yang sudah dilakukan di wilayahnya.

“Pemikiran-pemikiran ini luar biasa. Ada langkah-langkah makro yang disampaikan, dalam hal ini mengenai penanggulangan stunting di wilayah mereka. Saya menaruh hormat pada kader PKK. Semoga mereka bisa terus belajar menulis yang baik, untuk mengedukasi masyarakat,” tandas Marjono.* Tim

 

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *