Kisah Pelaku Kejahatan Perbankan di Solo, 3 Pegawai Manipulasi Data, Pemalsuan Tanda Tangan Hingga Tuntutan Hukum 5 Tahun Penjara


Tiga terdakwa pegawai Bank UOB seusai mengikuti sidang perdana dugaan kejahatan perbankan di Pengadilan Negeri Solo. Foto/Source: Ist-Bgs

 

FOKUSLINTAS.com – Tiga pegawai Bank UOB Solo yang menjadi terdakwa kasus tanda tangan palsu dituntut hukuman lima tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) kasus tersebut.

Tuntutan JPU itu dibacakan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Solo. Tak hanya hukuman lima tahun penjara, JPU juga menuntut Natalia Go, Vincensius Henry, dan Meliawati dihukum denda Rp5 miliar subsider enam bulan penjara.

JPU RR Rahayu, saat dijumpai wartawan seusai persidangan, mengatakan Undang-Undang Perbankan yang didakwakan relatif berat. Hal itu agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga sesuai dengan tujuan kepidanaan.

Menurutnya, hal itu juga untuk mencegah pegawai Bank UOB Solo tersebut mengulangi perbuatan mereka dan orang lain melakukan hal serupa, seraya tetap melindungi masyarakat.

Ia menjelaskan terdakwa didakwa Pasal 49 ayat (2) jo Pasal 29 UU No 10/1998.

“Tuntutannya sama untuk tiga orang itu, dari keterangan saksi dan fakta persidangan kami merasa ini cukup bukti untuk menyatakan dakwaan kami terbukti,” papar Rahayu.

Sementara penasihat hukum terdakwa, Zainal Arifin tak sependapat dengan tuntutan JPU. Namun, ia menghormati hak JPU dan akan menanggapi tuntutan itu pada sidang pleidoi atau pembelaan.

“Berapa pun jaksa menuntut itu hak jaksa. Ada beberapa hal yang tidak disinggung seperti SOP, hasil audit investigasi mengenai SOP. Ada beberapa poin yang kami sampaikan saat pembelaan,” papar Zainal.

Sebagai informasi, perkara tanda tangan palsu yang menyeret tiga pegawai Bank UOB Solo ke pengadilan itu terjadi pada 2016 lalu.

Ketiga terdakwa diduga memberi kemudahan kepada nasabah bernama Waseso terkait pengambilan dana di Bank UOB sebanyak 18 kali. Padahal dana itu ditabung atas nama rekening gabungan Waseso dan Roestina Cahyo Dewi.

Waseso memalsukan tanda tangan Roestina untuk mengambil uang yang nilai totalnya mencapai Rp21,5 miliar. Waseso telah menjalani proses hukum dan dinyatakan bersalah memalsukan tanda tangan Roestina. Waseso juga telah menjalani hukuman pidana akibat pemalsuan tanda tangan tersebut.* Tim-Eko. N

 

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *