Peduli Covid-19, Pemkab Klaten Donasikan 46 Hewan Kurban


Bupati Klaten Sri Mulyani menyerahkan hewan kurban (diskominfo klaten)

 

FOKUSLINTAS.com — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H, Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Bupati Klaten Sri Mulyani menyerahkan 46 hewan kurban bagi masyarakat yang membutuhkan, Kamis (30/7), di Halaman Pendopo Kabupaten Klaten. Hewan kurban hasil sumbangan pejabat dan ASN Klaten itu terdiri dari 19 sapi dan 27 kambing.

“Tahun ini berbeda (seperti tahun biasanya) karena adanya pandemi Covid-19. Hewan kurban disalurkan berdasarkan proposal yang diajukan kepada pemerintah dan disembelih di desa masing-masing. Saya serahkan hewan bagi masyarakat di Desa Tegalmulyo, khususnya masyarakat Girpasang, Desa Balerante dan Desa Sidorejo. Alasannya (lokasi itu) karena adanya wabah Covid-19 dan Gunung Merapi yang kini statusnya waspada, sehingga masyarakat bisa terbantu,” jelas Bupati Sri Mulyani –seperti dilansir laman klatenkab.go.id.

Bupati Klaten mengimbau agar masyarakat yang menerima hewan kurban bisa memanfaatkan dengan baik. Terkait pelaksanaan, Bupati berpesan agar para petugas yang menyembelih tetap mengikuti protokol kesehatan, mengingat tingkat penularan wabah Covid-19 masih ada.

Kepala Desa Sidorejo, Gatot mengaku, dengan diberikannya sumbangan hewan kurban dari Pemkab Klaten ini mampu sedikit meringankan beban dalam kondisi pendemi Covid-19.

“Daging kurban ini diharapkan bisa menambah gizi masyarakat. Tidak itu saja menghadapi pandemi Covid-19 ini imun masyarakat juga harus dijaga, khususnya yang ada di Lereng Gunung Merapi,” jelas Gatot.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Klaten Wahyu Prasetyo mengatakan, sebagai wujud rasa empati kepada masyarakat dan kaum duafa yang terdampak pandemi Covid-19, Pemkab Klaten menyumbangkan 19 ekor sapi dan 27 ekor kambing.

“Penerima hewan kurban dari pemerintah Kabupaten Klaten terdiri dari 40 unsur dan beberapa kalangan. Kelompok masyarakat itu meliputi sejumlah pengurus mushola dan masjid di Kabupaten Klaten, Lembaga Permasyarakatan atau Lapas, para relawan, Pengelola dapur umum, dan masyarakat lainnya,” jelasnya.* Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *