Cegah Kemacetan Arus Balik, Masyarakat Diimbau Hindari Perjalanan Hari Minggu


Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi | infopublik

 

FOKUSLINTAS.com – Selama masa libur Idul Adha 1441 Hijriah, terjadi peningkatan kepadatan arus lalu lintas selama masa libur Idul Adha 1441 Hijriah. Kepadatan ini terpantau oleh Kementerian Perhubungan sejak Senin (27/7) lalu atau H-4. Untuk menghindari kepadatan dan kemacetan, masyarakat diimbau agar tidak melakukan perjalanan pada hari Minggu.

”Berdasarkan volume lalu lintas di jalan tol arah keluar dari Jakarta secara umum terjadi kenaikan sebesar 0,3 persen (123.764 kendaraan) pada 27 Juli, meningkat kembali menjadi 7,4 persen (132.494 kendaraan) pada 28 Juli, dan pada 29 Juli hingga 18 persen atau sekitar 145.596 kendaraan. Padahal biasanya pada kondisi lalu lintas harian (LHR) normal tercatat 123.346 kendaraan,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi, Jumat (31/7), sebagaimana diberitakan di laman infopublik.id.

Untuk arah keluar dari Jakarta, pada H-2 tanggal 29 Juli, arah Timur yakni di GT Cikampek Utama tercatat sebanyak 43.385 kendaraan melintas, dan di GT Kalihurip Utama sebanyak 32.404 kendaraan. Arah ke Barat yakni di Cikupa pada waktu yang sama tercatat sebanyak 36.900 kendaraan keluar dari Jakarta. Selain itu, arah ke Selatan di GT Ciawi terpantau ada sebanyak 31.907 kendaraan.

Sementara itu pada arah sebaliknya sejak H-4 hingga H-2 juga terjadi kenaikan sekitar 16-18 persen untuk jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta melalui Gerbang Tol Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi. Pada H-2, di GT Cikampek Utama terdata sebanyak 30.176 kendaraan, GT Kalihurip Utama sebanyak 27.697 kendaraan, GT Cikupa sejumlah 36.021 kendaraan, dan di GT Ciawi tercatat ada 26.695 kendaraan.

“Meski terjadi peningkatan arus lalu lintas arah dari dan ke Jakarta, namun berdasarkan hasil pantauan kami volume lalu lintas pada masa Idul Adha tahun 2020 ini cenderung menurun jika dibandingkan pada tahun 2019 yang lalu. Tahun lalu di H-2 pada lokasi yang sama, kami catat ada sebanyak 164.385 kendaraan keluar Jakarta dan 101.247 kendaraan arah masuk Jakarta,” jelas Dirjen Budi.

Oleh karena itu, Dirjen Budi mengimbau agar masyarakat yang melakukan perjalanan mudik untuk mengatur rencana perjalanannya dan menyesuaikan waktu untuk kembali ke Jakarta.

“Harapan kami tentu yang utama masyarakat dapat mengantisipasi kepadatan jalanan sehingga tidak bersamaan kembali ke kota asal atau ke Jakarta pada hari yang sama. Sebaiknya menghindari perjalanan balik pada hari Minggu supaya tidak terjadi kepadatan,” imbau Dirjen Budi.

Di samping itu, ia juga meminta masyarakat agar tetap mengutamakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama melakukan perjalanan.

“Meski demikian kami minta masyarakat untuk memenuhi protokol kesehatan saat berkendara di dalam mobil, terutama saat menggunakan fasilitas umum seperti rest area,” tandasnya. (*)

 

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *