Waspada Teman “Beracun”, Kenali 8 Cirinya Sebagai Bahan Acuan Hidup

Foto: Ilustrasi

 

FOKUSLINTAS.com – Kita memang tidak bisa hidup sendiri di dunia ini. Sebagai makhluk sosial kita selalu membutuhkan peran orang lain. Salah satunya sahabat, orang-orang yang paling dekat dan kita percayai selain keluarga.

Tapi sebenarnya, tidak semua teman boleh kita terima mentah-mentah. Kita tetap harus menyaring orang-orang yang “beracun” dari pergaulan agar tidak ikut teracuni atau dirugikan.

Terkadang memang sulit untuk mengenali seperti apa toxic relationship atau hubungan yang “beracun” itu. Berikut ini adalah sejumlah ciri awam yang biasa terdapat pada teman “beracun”.

1. Ketika ditanyai, bukannya menjawab malah semangat mengataimu dengan “Hah, gitu aja gak tau?”

Hah? Serius kamu nggak tahu? Gitu aja nggak tahu? Eh, bro, masa dia ga tahu coba?

Tidak hanya sekali dua kali, sering sekali si teman ini memperlakukan pertanyaanmu seperti lelucon. Padahal kamu benar-benar bertanya demi memberantas ketidaktahuan. Daripada pura-pura ngerti tapi gak paham?

Namun, bukannya memberi jawaban dia malah menjadikanmu sebagai bulan-bulanan. Masih banyak teman lain yang gak kaya gini kok guys.

‌2. Sering sekali menagih urusan pribadi di depan orang banyak atau sosial media.

Mulai dari menagih utang sampai menagih janji, semua selalu dibahas di depan orang lain atau malah sosial media. Dia gak pernah ada kesadaran untuk menunggu sampai tinggal kalian berdua saja, atau menghubungi secara empat mata.

Kamu yang tadinya sudah bertitikad baik untuk memenuhinya malah jadi malas karena cara si teman.

‌3. Seolah ingin membuatmu selalu terlihat payah, dia hobi sekali mengkritik dan mengoreksimu di muka umum.

Membantu teman agar dapat memperbaiki dan meningkatkan diri tentu merupakan hal yang baik. Kritik membangun dibutuhkan dalam setiap ikatan persahabatan. Akan tetapi, lain ceritanya kalau kesalahanmu selalu diumbar dan dikoreksi di saat-saat tidak tepat.

Misalnya ketika sedang di depan orang-orang lain atau mengalihkan perhatian dari topik utama hanya karena kesalahan sepele. Bukannya berterima kasih, kamu malah akan merasa risih.

‌4. Sifat haus perhatiannya dibuktikan dengan rajin mengirim pesan menyindir, tetapi enggan menceritakannya.

Saat tidak diperhatikan dia akan semakin rajin menyindir. Ketika diberi perhatian dia akan memberi respon yang membuatmu dongkol. Kalau memang tidak ingin bercerita, mengapa harus diumbar-umbar?

‌5. Selalu mengeluhkanmu, tetapi ketika kamu berinisiatif baik malah tidak ditanggapi.

Tau deeeh, gak ngajak-ngajak…

Sombong ya sekarang!

Cukup tahu aja kok, kamu mah gitu

Ada saja yang menjadi bahan sindiran dan keluhannya. Tetapi ketika kamu berinisiatif memperbaiki hubungan dengannya, eh malah dia yang selalu tidak bisa; tidak mau; malas-malasan dan seterusnya. Jadi tujuannya apa komentar begitu? Biar kamu merasa bersalah saja tanpa bisa menebusnya?

‌6. Senang bercanda kasar dengan mengejekmu, namun sekalinya dibalas malah emosi setengah mati.

giphy.com
Teman: hahaha, kamu beli kacamata mau bertenger di mana, pesek?

Kamu: Hehehe, suka-suka aku lah, ndut!

Teman: … Eh, main fisik kamu ya! Gak banget!

Kamu: …..

Pokoknya yang boleh mengejek orang lain hanya dia, dan kamu adalah “keset”-nya.

‌7. Hanya ada saat kamu bersuka cita dan menutup mata saat kamu nelangsa.

Banyak sekali model teman seperti yang satu ini. Ketika kamu sedang di atas, semangat sekali untuk selalu menemani. Ketika kamu sedang kesusahan sedikit saja, langsung menghilang jejaknya.

‌8. Saat kamu berprestasi, bukannya ungkapan selamat malah komentar miring yang dilontarkannya.

Keterima kuliah di Australia? Yah, kudengar sekarang emang makin gampang. Kamu main bayar juga bisa ‘kan?

Tidak pernah terucap kebanggaan darinya ketika kamu mencapai sesuatu. Seolah selalu ada saja hal buruk yang bisa dibahas dari prestasimu. Pekerjaanmu biasa saja lah, pendidikanmu gak spesial lah. Meskipun kamu gak gila hormat, tetapi kalau terus menerus dijatuhkan ya kesel juga kan?

‌9. Alih-alih menyemangati, kamu malah ditakut-takuti ketika ingin membuktikan potensi diri.

Yakin mau coba melamar ke sana? Passing grade-nya tinggi lho… Ingat! Dulu di yang ini aja kamu ditolak.

Waspadai teman yang berusaha mensabotase dirimu demi kepentingannya sendiri. Ketika kamu butuh dukungan dan demi mencapai kemajuan, dia malah getol mengingatkanmu pada semua kekurangan atau kesalahan di masa lalu. Selalu berpikirlah positif dan yakin pada potensimu sendiri! Jika ada niat dan usaha, kamu pasti bisa!

Semoga kamu selalu terhindar dari tipe-tipe teman seperti ini ya. Dan semoga saja kamu sendiri juga tidak terjerumus menjadi jenis orang dengan watak buruk seperti di atas. Ingat, perlakukan orang lain seperti kamu ingin diperlakukan oleh mereka!* Idm-Prp

 

Editor: Adm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *