FOKUSLINTAS.com – Praktik prostitusi yang terjadi di di kawasan Villa Kota Bunga, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat akhirnya berhasil diungkap oleh pihak kepolisian. Dari sana, ada banyak kisah miris yang kemudian mencuat setelah sebelumnya tersimpan rapat. Tak dipungkiri lagi, ‘kegiatan dewasa’ di Cianjur tersebut memang melibatkan banyak gadis-gadis muda di dalamnya. Pelanggannya sendiri merupakan wisatawan asing dari Timur Tengah. Lantas, bagaimana kisah dari praktik prostitusi tersebut?Ada banyak gadis muda yang terlibat dalam geliat bisnis lendir di Cianjur yang sempat menjadi sorotan. Di sana, mereka bekerja sesuai ‘tugasnya’ masing-masing, yakni melayani tamu dari kalangan turis asing hingga wisatawan lokal.

Meski mendapatkan ratusan ribu rupiah dalam semalam, hasil tersebut masih dibagi dengan mucikari. Ya, sosok tersebut adalah salah satu perantara yang memuluskan para gadis muda itu untuk mendapatkan pelanggan.

Tak hanya itu, terkadang mereka harus melayani hingga belasan orang jika ingin memperoleh hasil yang besar. Meski hal tersebut dilakukan dalam kondisi tengah datang bulan.

“Kalau udah kerasa sakitnya dan sedang ada tamu terpaksa ditahan. Melayani sambil menahan perih di bagian perut. Tapi mau bagaimana lagi kalau tidak bekerja kan takut sama bosnya,” ucap salah seorang wanita.

Keberadaan gadis-gadis lokal di area prostitusi Cianjur memang menjadi daya tarik bagi para turis asing asal Timur Tengah.

Selain keberadaan mereka yang kerap menggunakan ‘jasa’ dari para wanita malam di sana, tak jarang ulahnya juga menjadi sorotan dan meresahkan warga di sekitar.

Hal inilah yang dikeluhkan oleh Frangky, salah satu pengelola kawasan Vila Kota Bunga, Puncak.