Ngamen Sambil Malak, 3 Komplotan di Bekuk Polres Sragen


Pers rilis ungkap kasus di Mapolres Sragen (dok.tim) Editor: Adm

 

FOKUSLINTAS.com — Jajaran Polsek Sragen meringkus komplotan pengamen, sekaligus sebagai pemalak. Mereka adalah komplotan tiga orang pemeras asal Ngawi, Jatim.

Kapolsek Sragen AKP Mashadi mengatakan, tiga tersangka itu memeras dengan modus berpura-pura mengamen. Lalu mereka mendatangi empat remaja yang nongkrong di Alun-Alun Sragen.

“Korban tak sempat melawan karena sudah diancam dan dipukuli. Modusnya para tersangka ngamen lalu mengancam korban yang nongkrong di Alun-alun Sragen,” kata AKP Mashadi mewakili Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, Senin (3/8).

AKP Mashadi mengatakan, komplotan pengamen bandit itu digawangi oleh Aris Joko Prasetyo alias Aris (23) warga Jalan Ronggowarsito, Gang Mawar, RT 10, Karang Tengah, Ngawi, Jatim.

Dia beraksi bersama dua temannya, Ancri dan Cuprit yang saat ini masih dalam pengejaran. Ada empat korban yang dipalak dan dianiaya oleh komplotan bandit pengamen itu.

Mereka diantaranya Febri Angga Saputra (21) asal Dukuh Tanggung, RT 1/1, Plangsan, Kecamatan Gesi. Di saat itu nongkrong bersama tiga rekannya yang sama-sama masih remaja asal Sragen, Fatkhu Ali Ridwan, Bambang Riyanto dan Nova Handika Megantoro.

Kejadian bermula ketika keempat korban tengah nongkrong di seputaran air mancur Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen. Mereka kemudian didatangi oleh tersangka Aris dan dua temannya.

Sejurus kemudian, Aris yang membawa gitar kentrung untuk ngamennya. Dia bersama dua temannya kemudian menggertak empat korban untuk meminta HP dan barang berharga milik mereka.

Korban sempat menolak. Lalu dengan paksa para pelaku menyeret keempat korban ke area makam Manding Sragen.

Di lokasi itu, ketiga tersangka memukuli korban dengan gitar dan batu bata cor secara bergantian. Akibat pukulan bertubi-tubi, korban terluka lebam di bagian kepala dan pelipis.

Setelah korban dipukuli, pelaku meminta paksa barang-barang korban. Di antaranya satu HP Samsung, satu HP merek Wiko, satu HP Samsung JA, dan satu sepeda motor Mio milik saksi Wisnu Angga Pratama. Usai menguras HP dan motor korban, pelaku kabur meninggalkan empat korban yang luka-luka.

“Satu tersangka kita amankan yang dua masih dalam pengejaran,” tandas AKP Mashadi.* Awi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *