OPINI: Kita Harus Percaya, Bahwa Rezeki Sudah Ada yang Mengatur

Foto: dok (Handi R/fokuslintas.com)

 

FOKUSLINTAS.com – Pada beberapa waktu lalu, seluruh angkutan kota (angkot) disalah satu kota, sebut saja kota TIKAM melakukan mogok massal dan tidak beroperasi. Ribuan angkot yang tergabung dalam Organisasi Angkutan ini melakukan aksi mogok sebagai bentuk protes atas keberadaan taksi online ilegal yang semakin hari semakin menjamur.

Pada hari itu, banyak yang senang karena lalu lintas di kota Tikam menjadi lengang dan kondusif. Hal ini terjadi karena menurut mereka angkot yang biasanya beroperasi kerap ugal-ugalan di jalan dan membuat takut pengguna jalan.

“Bagus lah angkot gadak hari ini. Gak pening awak nengok angkot di sini yang kalau jalan macam nengok film Fast & Furious,” ujar salah seorang teman saya saat dimintai pendapatnya tentang angkot yang melakukan aksinya waktu lalu.

Namun demikian, mogoknya angkot pada hari itu mengkhawatirkan rekan saya yang lain. Mereka menjadi resah karena angkot yang biasa mereka gunakan sehari-hari mogok. Alhasil, mereka harus mengeluarkan uang ekstra untuk memesan taksi online.

“Angkot ini kok mogok? Padahal aku kemana-mana naik angkot, ongkosnya jauh lebih murah dibandingkan dengan ongkos ojek online. Rugi kali lah aku, udah lagi anak kos, jomblo pulak kan. Mau makan apa aku nanti sampai akhir bulan?” teman saya mengeluh sambil curhat.

Teman saya yang lain berpendapat bahwa dengan tidak adanya angkot maka pengeluarannya lebih besar karena dengan menggunakan jasa ojek online, dia harus membayar sedikit lebih mahal ketimbang saat mereka naik angkot. Malah seorang teman saya sampai tak masuk kuliah pada hari itu karena tidak adanya angkot yang biasa digunakannya dalam berpergian di Kota Tikam.

Dengan opini dari rekan-rekan saya di atas, saya jadi paham bahwa angkot masih dibutuhkan oleh masyarakat. Keberadaannya meski sering membuat kita menggerutu, masih sangat kita butuhkan. Dampaknya sangat terasa ketika mereka mogok beroperasi. Orang-orang yang biasa menggunakan angkot sehari-hari nya akan kelimpungan dalam mencari transportasi alternatif lainnya.

Perlu diketahui juga bahwa tak semua orang melek teknologi dan mampu menggunakan aplikasi taksi atau ojek online. Sehingga saya pikir angkot masih akan dibutuhkan dan digunakan masyarakat.

Dampak kemajuan teknologi pada zaman sekarang sangat terasa dengan hadirnya aplikasi ojek online. Melalui aplikasi tersebut, cukup memesan via ponsel kita maka driver pun akan menjemput kita di lokasi dimana kita menaruh titik jemput.

Selain itu, jika kita hendak mengantar barang namun tidak punya waktu untuk mengantarnya, kita bisa menggunakan jasa mereka untuk mengantar barang yang hendak kita antar. Begitu juga saat kita lapar di rumah dan malas keluar rumah untuk membeli makanan, cukup dengan membuka aplikasi kita bisa memesan makanan dan mereka pun akan mengantar makanan tersebut kepada kita.

Keberadaan ojek online telah mempermudah kita dalam berbagai kondisi. Namun tentu biaya yang dikeluarkan sedikit lebih banyak. Namun saya berpikir bahwa biaya sebesar itu tak menjadi masalah karena pelayanan yang diberikan memuaskan. Ojek online adalah contoh nyata dari kemajuan teknologi pada masa kini.

Baik ojek online ataupun angkot mempunyai segmen pasar masing-masing. Masyarakat akan tetap mencari angkot sebagaimana mereka mencari ojek online. Masyarakat akan merasa kehilangan apabila salah satu diantara mereka ada yang tidak beroperasi.

Seperti yang dialami rekan saya saat angkot mogok massal. Dia kelimpungan dan akhirnya terpaksa harus mengeluarkan biaya ekstra untuk menuju kampus.

Percayalah, Tuhan sudah memberikan rezeki kepada kita. Apa yang kita raih saat ini merupakan pemberian-Nya. Oleh karena itu, tak perlu khawatir karena angkot atau ojek online dibutuhkan oleh masyarakat.

Namun yang pasti, pada zaman yang sudah sangat canggih ini, kita mau tak mau harus ikut dalam kecanggihan yang ada. Siapa yang mampu berinovasi, berkreasi, dan memanfaatkan kemajuan teknologi akan lebih maju. Dosen saya selalu berkata bahwa siapa saja yang larut dalam kejayaan masa lalu dan enggan berinovasi akan tersingkirkan oleh orang lain yang berinovasi dan menciptakan terobosan yang lebih diminati oleh orang lain.

Namun terlepas dari itu semua, angkot adalah modal transportasi yang masih digunakan oleh masyarakat. Ongkos yang murah menjadi pertimbangan bagi mereka yang ingin menggunakannya.

Sementara itu ojek online menawarkan berbagai layanan yang memudahkan kita dalam beraktivitas. Dan karena itu janganlah mengeluh, rezeki sudah ada yang mengatur. Betul tidak?

 

Oleh: Handi R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *