Kasus Perbankan Bank UOB Solo, 3 Terdakwa di Bebaskan Padahal Usai di Tuntut 5 Tahun Penjara


Tiga terdakwa kasus Bank UOB saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo. Foto: Ist

 

FOKUSLINTAS.com – Tiga terdakwa dalam kasus Bank UOB yakni Natalia Go, Vincensius Hendry dan Meliawati diputus bebas dari segala dakwaan. Tiga pejabat Bank UOB ini merasa lega setelah palu hakim H Muhammad SH membebaskan ketiganya dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo pada Selasa (18/8).

“Membebaskan ketiga terdakwa dari segala dakwaan dan diputus bebas,” kata Ketua Majelis Hakim, H Muhammad.

Pertimbangan hakim, membebaskan tiga terdakwa yang meloloskan uang milik Roestina Cahyo Dewi yang dilakukan Waseso hingga belasan kali pada tahun 2012 hingga 2013 adalah, tidak memenuhi unsur pidana dan tidak melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP). Selain itu, prosedur yang dilakukan sebelum penarikan uang sudah lengkap termasuk ada tanda tangan Waseso dan Roestina Cahyo Dewi berikut KTP keduanya juga sudah disertakan untuk pencairan.

Berdasar putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) pada Agustus 2017, Waseso divonis tiga tahun penjara karena memalsukan tanda tangan Roestina Cahyo Dewi saat mengambil uang di Bank UOB hingga belasan kali. Akibatnya, kerugian bagi Roestina sekitar Rp 21,6 Miliar.

Parahnya, putusan hakim bahwa KTP Roestina Cahyo Dewi juga disertakan sebagai pelengkap untuk penarikan uang di Bank UOB,

Hal ini dibantah keras oleh Roestina Cahyo Dewi. Owner perusahaan garmen PT Ladewindo itu bersumpah demi Allah bahwa dia tidak menyerahkan KTP kepada Waseso untuk mempermudah penarikan uang di Bank UOB.

“Saya tidak pernah menyerahkan KTP saya ke Waseso, karena setiap hari KTP saya berada didompet atau saya bawa terus. Ini putusan hakim yang sangat luar bisa,” kata Dewi usai vonis dibacakan oleh hakim.

Putusan itu, lanjut Dewi, tentu saja membuatnya kecewa. Bagi dia, kekurang hati-hatiannya ketiga terdakwa membuat uangnya habis diambil Waseso dengan memalsu tanda tangannya.

Amar putusan hakim yang membebaskan tiga terdakwa yang dulu ditangkap dan ditahan penyidik Polresta Solo, semasa dipimpin Kombes Pol Andy Rifai kemudian juga ditahan kejaksaan itu, jauh sekali dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam tuntutannya, JPU, Rr Rahayu Nur Raharsi SH menuntut tiga terdakwa masing-masing lima tahun penjara dan denda Rp 5 Miliar subsider enam bulan. Atas putusan tersebut, Jaksa menyatakan pikir-pikir.

“Kami masih ada waktu untuk berpikir untuk bersikap apakah akan menerima putusan atau mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA),” tegasnya.

Disisi lain, kuasa hukum ketiga terdakwa, Zaenal Arifin mengatakan, pihaknya telah yakin sejak awal bahwa kliennya tidak bersalah. Pasalnya, apa yang telah dijalankan kliennya tidak ditemukan unsur pelanggaran.

“Berdasar audit internal, klien kami tidak ditemukan pelanggaran SOP,” katanya.*

(Tim-Dwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *