Ludes Hingga Dijual Hingga Jutaan Rupiah, Inilah Fenomena Soal Uang Rp75.000


Apakah nasibnya akan seperti hand sanitizer yang kemudian anjlok di pasaran?. Foto/Ist

 

FOKUSLINTAS.com – Bank Indonesia (BI) meluncurkan uang Rp75.000 dalam rangka HUT RI yang ke-75. Sudah bukan cerita baru kalau di Indonesia ini, pecahan uang bukan hanya bernilai ekonomis, namun juga jadi incaran para kolektor, terutama uang kuno yang sudah langka dan memiliki nilai historis.

Harga uang kuno memang bisa melejit tak karuan karena benar-benar sudah tidak dicetak lagi. Namun, uang Rp75.000 tergolong baru dan dicetak 75 juta lembar. Bisa jadi seperempat penduduk Indonesia masih berkesempatan memiliki uang ini, atau minimal pernah memegangnya saja. Lantas, bagaimana nasibnya jika ia dijual kembali dengan harga tinggi?

Bentuk fisik dan makna filosofisnya

Uang Rp75.000 kali ini memang hadir dengan agak tidak biasa. Ia lebih berwarna-warni dibanding deretan uang kertas lainnya. Hal ini dimaknai sebagai wujud rasa syukur dan berbagi kebahagiaan dengan rakyat.

Sebagaimana elemen warna dan gambar yang terhampar di kedua sisi uang tersebut. Ada tokoh proklamator Soekarno-Hatta, kepulauan Negara Indonesia dari Sabang-Merauke, gambar anak-anak dari seluruh nusantara dan momen proklamasi tanggal 17 Agustus 1945.

Diedarkan secara terbatas

Karena termasuk dalam edisi terbatas, uang kertas Rp75.000 ini hanya diedarkan sebanyak 75 juta lembar saja. Bagi yang berminat, penukaran uang ini dibuka dalam 2 tahap, yakni periode pertama dari 17 Agustus- 30 September 2020 dan periode kedua di 1 Oktober 2020 sampai selesai.

Penukarannya dilakukan di Kantor Pusat Bank Indonesia, maupun di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri yang tersebar di kota dan kabupaten. Kabarnya, baru satu hari saja lembaran uang 75 ribu itu sudah ludes dipesan dalam 15 menit pertama dibuka tanggal 17 Agustus lalu.

Dijual lagi di e-Commerce dengan harga gak karuan

Melansir dari beberapa e-Commerce dan akun Lambe Turah, belum lama pengedaran uang kertas dibuka, sudah ada yang menjualnya dengan harga mulai dari kisaran Rp1,3 juta bahkan 50 juta. Fenomena ini bikin geleng-geleng warganet, karena alih-alih bayar semahal itu, mereka lebih memilih untuk menunggu BI mengeluarkan secara resmi. Sebab meski langka, harga setinggi itu jelas dianggap tak sebanding dengan nilai uang kertas yang tak seberapa.

Kendati trending karena keunikan dan kelangkaannya ini, jangan lupa bahwa uang tersebut juga menandai rasa syukur 75 tahun kemerdekaan Indonesia. Serta harapan akan tetap berjaya dalam perbedaan. Nah, bagaimana Sobat? Berminat punya uang ini juga?* (Bmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *