Kasus Kejahatan Perbankan Bank UOB di Solo, JPU Ajukan Kasasi


Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Solo, Rr Rahayu Nur Raharsi (kanan). Foto: Ist

 

FOKUSLINTAS.com – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Solo, Rr Rahayu Nur Raharsi mengajukan banding terkait putusan bebas tiga terdakwa kasus dugaan kejahatan perbankan Bank UOB.

Pengajuan banding diajukan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo setelah pekan lalu, Majelis Hakim yang diketuai oleh H Muhammad memutus bebas tiga terdakwa yakni Natalia Go, Vincencius Hendri, dan Meliawati.

“Kami mengirimkan berkas gugatan kasasi ke Mahkamah Agung hari ini. Melalui PN Surakarta,” terang Rahayu saat dikonfirmasi wartawan, Senin (24/8).

Dikatakan, pertimbangan jaksa melakukan gugatan kasasi lantaranya adanya kejanggalan dalam putusan Majelis Hakim. Diantaranya, bahwa Majelis Hakim menyebut, jika prosedur penarikan uang cukup lengkap, termasuk tanda-tangan Waseso dan Dewi dalam rekening jenis joint and, serta KTP keduanya.

Hal itu tentu saja berbanding terbalik dengan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yakni pada Agustus 2017 dalam hukuman tiga tahun penjara ke Waseso karena memalsukan tanda-tangan dalam kasus tersebut. Selain itu, ketiga terdakwa yang meloloskan penarikan uang milik korban Roestina Cahyo Dewi hingga belasan kali oleh Waseso tidak memenuhi unsur pidana dan tidak melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP).

Sementara itu, korban dugaan kejahatan perbankan Bank UOB, Roestina Cahyo Dewi berharap, agar dalam putusan kasasi hakim menggunakan hati nurani.

“Kami berharap saat kasasi nanti hakim bisa bekerja menggunakan hati nuraninya,” kata Dewi.

Seperti diketahui, kasus tindak pidana kejahatan perbankan itu berdasar pengembangan atas laporan Roestina Cahyo Dewi terhadap Waseso. Dimana dalam perkara pemalsuan surat, Mahkamah Agung (MA) pada tanggal 7 Agustus 2017 memutuskan hukuman penjara bagi Waseso selama tiga tahun.

Adapun temuan penyidik yang kemudian dijadikan dasar bagi jaksa untuk mendakwa ketiga terdakwa karena para terdakwa tidak menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) sehingga mengakibatkan kerugian pada Roestina Cahyo Dewi sebesar Rp 21,6 Miliar.* [Tim-Jk]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *