PKS Solo Isyaratkan Sinyal Golput di Pilkada Solo, Begini Tanggapan Bawaslu

Ketua Bawaslu Solo Budi Wahyono. Foto/dok

 

FOKUSLINTAS.com – Pemilihan wali kota (Pilwakot) Solo 2020 kemungkinan besar diikuti dua pasangan calon wali kota (cawali) dan calon wakil wali kota (cawawali). Kedua pasangan tersebut adalah Gibran Rakabuming Raka-Teguh prakosa diusung PDIP dan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) dari jalur perseorangan.

Sedangkan PKS (5 kursi) gagal membentuk koalisi mengusung calon sendiri mulai ancang-ancang membuat gerakan golput. Menanggapi sikap politik PKS tersebut, Ketua Bawaslu Solo Budi Wahyono menegaskan tidak ada yang salah dengan sikap politik PKS jika benar putuskan golput.

“Golput dalam dinamika politik juga termasuk pilihan,” ujar Budi, Sabtu (29/8).

Ia menjelaskan hukum di Indonesia menyatakan jika tiap warga negara mempunyai hak untuk memilih dan dipilih. Perlu ditekankan bahwa aturan di Indonesia, pemilihan merupakan hak, bukan kewajiban.

“Kalau Indonesia pilihan golput tidak dilarang,” kata dia.

Soal golput, kata dia uga tidak ada pemberian sanksi yang mengaturnya. Diakuinya ada poin undang-undang pemilu yang menyatakan bahwa ketentuan pidana ketika mengajak untuk tidak menggunakan hak pilihnya dan memberikan uang. Namun, pidana berlaku untuk politik uang bukan golputnya.

“Jadi ketika seseorang tidak menggunakan haknya, maka tidak akan diberikan sanksi,” tutur dia.

Ia berharap parpol dan KPU memberikan pendidikan politik pada masyarakat supaya golput di Pilwakot Solo rendah. Dengan pendidikan polutik tersebut harapannya warga banyak yang datang ke TPS.*[Tim]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *